EventsPendidikan

TPN XIII Tuban Perkuat Sinergi Pendidikan, Menuju Kewargaan Desa Dunia

Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Tuban bersama Guru Belajar Foundation menggelar Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Tuban di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Tuban.

TUBAN, SUARADATA.com-Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Tuban bersama Guru Belajar Foundation sukses menggelar Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Tuban di ruang paripurna DPRD setempat, Sabtu (11/7/2026).

Mengusung tema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya, untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang berpijak pada nilai-nilai lokal namun tetap berorientasi global.

Ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, mahasiswa, pegiat pendidikan, organisasi profesi, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Mereka bersama-sama berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tuban.

Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow pendidikan bertema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia” yang menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tuban Irma Putri Kartika, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tuban Dr. Suwarno, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tuban Asep Nur Hidayatulloh, Ketua Forum Anak Kabupaten Tuban Sri Teddy Wiryawan, serta Ketua KGBN Tuban Dra. Eva Septiana Rahayu.

Para narasumber sepakat bahwa membangun pendidikan berkualitas merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, hingga dunia usaha dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

Diskusi juga mengangkat pentingnya penguatan karakter peserta didik, pelestarian budaya gotong royong, peningkatan mutu pembelajaran, serta keterlibatan anak dalam proses pembangunan.

Konsep Kewargaan Desa Dunia dimaknai sebagai upaya membangun perubahan dari lingkungan terdekat dengan tetap memiliki perspektif global tanpa kehilangan identitas budaya bangsa.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Tuban Irma Putri Kartika menegaskan,  peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan dunia usaha.

Menurutnya, keberadaan komunitas belajar seperti KGBN memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling berbagi praktik baik, meningkatkan kompetensi guru, serta melahirkan inovasi pembelajaran yang benar-benar berpihak kepada peserta didik.

“Kehadiran komunitas belajar menjadi kekuatan penting dalam menciptakan guru yang terus berkembang sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Ketua KGBN Tuban, Dra. Eva Septiana Rahayu, mengatakan bahwa Temu Pendidik Nusantara merupakan gerakan kolaboratif yang mempertemukan berbagai elemen pendidikan untuk saling belajar, berbagi inspirasi, dan memperkuat jejaring.

Berlandaskan semangat “Tiada Guru Hebat, yang Ada Guru Belajar”, ia berharap TPN terus menjadi ruang lahirnya inovasi dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tuban.

Selain sesi diskusi, peserta mengikuti Kelas Pendidik dan Kelas Pemimpin yang menghadirkan berbagai praktik baik mengenai inovasi pembelajaran, kepemimpinan pendidikan, pengembangan komunitas belajar, hingga penguatan budaya sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Baznas Kabupaten Tuban turut menyerahkan beasiswa pendidikan kepada siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button