Events

BADKO HMI Jatim Dorong Literasi Energi Nasional, Dukung Komitmen Pertamina Patra Niaga Hadirkan BBM Ramah Lingkungan

Pertamina saat mengecek Kwalitas BBM.

TUBAN, SUARADATA.com-Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu keberlanjutan energi, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyerukan pentingnya penguatan literasi energi nasional.

Ketua Umum BADKO HMI Jatim, M. Yusfan Firdaus menegaskan, masyarakat perlu memahami kualitas serta proses distribusi energi yang menjadi bagian penting dari kedaulatan bangsa.

“Kita tidak bisa berbicara soal kedaulatan energi tanpa kesadaran rakyat terhadap kualitas dan distribusi bahan bakar yang mereka gunakan. Masyarakat perlu memahami, mengawasi, sekaligus mendukung langkah perbaikan yang dilakukan Pertamina Patra Niaga sebagai pelaksana distribusi energi nasional,” ujar Yusfan, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, literasi energi harus menjadi bagian dari pendidikan publik agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pengawas aktif terhadap kebijakan energi nasional. Ia juga menilai langkah Pertamina Patra Niaga yang melakukan investigasi internal untuk memastikan kualitas BBM di seluruh jaringan SPBU sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat.

“Kualitas layanan energi adalah persoalan moral publik. Ketika Pertamina Patra Niaga terbuka terhadap keluhan konsumen dan memperbaiki sistem distribusi secara transparan, itu menandakan adanya semangat baru dalam tata kelola energi nasional,” tegasnya.

Selain itu, BADKO HMI Jatim mendukung penuh inisiatif Pertamina Patra Niaga dalam memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang penggunaan bioetanol sebagai energi ramah lingkungan. Yusfan menilai, transisi menuju energi hijau bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga komitmen moral terhadap masa depan generasi mendatang.

“HMI mendorong masyarakat, kampus, dan pemerintah daerah untuk aktif dalam literasi energi. Bioetanol dan energi hijau adalah masa depan, dan masa depan itu hanya bisa dicapai jika masyarakat memahami prosesnya, bukan sekadar hasil akhirnya,” tambahnya.

Sementara itu, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam menurunkan emisi karbon menuju Net Zero Emission 2060 dengan menghadirkan produk ramah lingkungan seperti Pertamax Green 95.

“Pertamax Green 95 merupakan campuran antara bahan bakar fosil (gasoline) dengan bahan bakar nabati (etanol) dari tebu lokal. Produk ini mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memperkuat nilai tambah bagi sektor agro-industri dan petani tebu Indonesia,” jelas Roberth.

Pertamax Green 95, dengan kandungan 5% bioetanol (E5), kini telah dipasarkan di 170 SPBU di Pulau Jawa, mencakup wilayah Jabodetabek, Tangsel, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Bahan bakar ini dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara performa kendaraan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Masyarakat kini semakin mudah menemukan Pertamax Green 95 di SPBU, baik di kota maupun daerah. Langkah ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia industri dan publik dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button