EventsReligius

Beda dari yang Lain, Jemaah Haji Tuban Bawa Pulang Boneka Unta Jumbo untuk Keponakan

Jemaah haji saat membawa oleh oleh Boneka Unta Denga ukuran Jumbo.

TUBAN, SUARADATA.com-Kepulangan ribuan jemaah haji asal Kabupaten Tuban dari Tanah Suci diwarnai suasana haru, bahagia, sekaligus cerita unik yang menarik perhatian, Senin (8/6/2026).

Salah satunya datang dari Nur Firmansyah, seorang jemaah haji yang membawa oleh-oleh berupa boneka unta berukuran besar untuk keponakannya.

Boneka unta yang ukurannya jauh lebih besar dibanding oleh-oleh pada umumnya. Tentu itu menjadi perhatian para penjemput dan sesama jemaah saat tiba di Tuban.

“Ini saya beli untuk keponakan. Biar beda dari yang lain. Kalau biasanya orang beli ukuran kecil, saya sengaja beli yang besar,” ujar Nur Firmansyah sambil tersenyum.

Menurutnya, harga boneka unta tersebut mencapai sekitar Rp1 juta. Awalnya ia sempat bingung menentukan oleh-oleh yang akan dibawa pulang dari Tanah Suci. Namun, saat melihat boneka unta berukuran besar itu, ia langsung tertarik membelinya.

“Harganya sekitar satu jutaan. Bingung mau beli oleh-oleh apa, akhirnya beli ini saja untuk keponakan. Alhamdulillah tidak ada kendala saat membawanya selama perjalanan,” katanya.

Nur juga mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah haji dan perjalanan pulang ke Indonesia berjalan lancar.

“Alhamdulillah sudah kembali ke tanah air dengan selamat. Perjalanan juga lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Abdul Ghofur, mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan jemaah haji Tuban yang berlangsung aman dan lancar.

Menurutnya, keberhasilan pemulangan jemaah menjadi anugerah tersendiri di tengah dinamika dan situasi geopolitik yang sempat berkembang di kawasan Timur Tengah menjelang pelaksanaan ibadah haji.

“Hari ini kita bersama-sama bersyukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah, di tengah situasi politik Timur Tengah saat itu yang sempat menimbulkan kekhawatiran, jamaah haji Kabupaten Tuban dapat berangkat, melaksanakan ibadah dengan baik, dan kini kembali ke tanah air serta berkumpul dengan keluarga masing-masing,” tuturnya.

Abdul Ghofur menyebut, capaian paling membanggakan pada musim haji tahun ini adalah seluruh jemaah haji asal Tuban dapat menjalankan ibadah tanpa ada yang meninggal dunia.

“Dari total 1.645 jamaah haji Kabupaten Tuban, semuanya dalam kondisi sehat dan tidak ada yang meninggal dunia. Zero meninggal ini merupakan prestasi yang luar biasa,” tegasnya.

Meski demikian, masih terdapat empat jemaah yang harus menjalani perawatan kesehatan di Makkah sehingga belum dapat kembali bersama rombongan. Keempat jemaah tersebut berasal dari Kloter 26 sebanyak satu orang, Kloter 28 sebanyak dua orang, dan Kloter 29 sebanyak satu orang. Sementara Kloter 27 tidak ada jemaah yang tertinggal.

“Mereka masih menjalani perawatan kesehatan dan insyaallah akan dipulangkan bersama kloter berikutnya setelah kondisi kesehatannya memungkinkan,” jelasnya.

Dari total 1.645 jemaah haji asal Tuban, sebanyak 1.641 orang telah tiba di daerahnya masing-masing pada pemulangan tahap ini. Sementara untuk kloter 30 diperkirakan tiba di Kabupaten Tuban pada pukul 23:00 WIB.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button