EventsPendidikan

Dinsos P3A Tuban Gandeng Media, Dorong Jurnalisme Ramah Anak

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Aan Haryono, saat memberikan materi di Acara Advokasi Jurnalisme Ramah Anak.

TUBAN, SUARADATA.com-Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemerintahan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Advokasi Jurnalisme Ramah Anak, Selasa (16/9/2025).

Bertempat di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik Tuban, kegiatan ini diikuti 30 insan pers dari berbagai media di Kabupaten Tuban.

Acara menghadirkan Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Aan Haryono, yang secara khusus membahas penerapan jurnalisme ramah anak dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA).

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos P3A dan PMD Tuban, Tutik Musyarofah menegaskan, advokasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara media dan pemerintah daerah. Fokusnya, mendorong lahirnya pemberitaan yang melindungi hak-hak anak sekaligus menyusun panduan (guideline) penulisan berita ramah anak.

“Salah satunya, kita ingin mencegah terjadinya trauma berkelanjutan akibat pemberitaan yang mencederai anak,” jelas Tutik.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mengampanyekan program KLA karena informasi yang disampaikan pers dapat menjangkau hingga lapisan keluarga. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memenuhi dan melindungi hak anak.

“Kami harapkan dengan kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memenuhi dan melindungi hak anak,” harapannya.

Sementara itu, Komisioner KPID Jatim, Aan Haryono, menekankan pentingnya mengubah paradigma lama dalam praktik jurnalistik.

“Jika dulu kita mengenal istilah bad news is good news, kini saatnya kita ubah menjadi good news is good news,” tegas Aan.

Ia juga mengingatkan, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat kerap sulit membedakan informasi hoaks dengan produk jurnalistik. Oleh karena itu, media arus utama diharapkan lebih aktif memenuhi ruang digital dengan berita berkualitas yang tetap berpihak pada perlindungan anak.

“Media mainstream diharapkan mampu membanjiri ruang digital untuk meng-counter informasi yang abai terhadap hak anak,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, insan pers di Tuban diajak untuk bersama pemerintah daerah mewujudkan jurnalisme ramah anak.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button