Events

Dua Lagu Legendaris Tuban Resmi Diakui Negara, Pahlawan Ronggolawe dan Tombo Ati Jadi Kekayaan Intelektual Komunal

TUBAN, SUARADATA.com-Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya populer, Kabupaten Tuban kembali membawa kabar membanggakan.

Dua lagu tradisional yang telah hidup dan mengakar di tengah masyarakat. Yakni Pahlawan Ronggolawe dan Tombo Ati, kini resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Penyerahan Surat Pencatatan KIK dilakukan di Hotel Aria Centra Surabaya dalam kegiatan Pengusulan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Warisan Budaya Tak Benda dan Kekayaan Intelektual Komunal yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).

Bagi masyarakat Tuban, pencatatan ini bukan sekadar dokumen administratif. Pengakuan tersebut menjadi bentuk perlindungan hukum sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

Surat pencatatan diterima secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Tuban, Breddy Arianto Muntahir, AP. Ia menyampaikan rasa syukur atas pengakuan tersebut.

“Alhamdulillah, dua lagu tradisional Tuban sekarang telah resmi terlindungi hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menyebut pencatatan tersebut menjadi tonggak penting dalam menjaga identitas budaya daerah.

“Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat benteng perlindungan aset budaya masyarakat Tuban agar tidak diklaim oleh pihak asing di masa depan,” katanya.

Lanjutnya, jejak Kepahlawanan dalam Gending Ronggolawe Lagu Pahlawan Ronggolawe bukan sekadar alunan musik daerah. Di dalamnya tersimpan semangat keberanian, kehormatan, dan kecintaan terhadap tanah Tuban. Gending tersebut diciptakan almarhum Soebari, seorang seniman karawitan asal Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, pada tahun 1987.

“Sosok Ronggolawe yang dikenal sebagai adipati pemberani pada masa Majapahit menjadi sumber inspirasinya,” tuturnya

Melalui lirik dan irama Tayub khas Tuban, lagu ini menggambarkan Ronggolawe sebagai tokoh yang teguh memegang prinsip, jujur, serta rela gugur demi membela harkat dan martabat rakyat Tuban. Kisah keberaniannya dalam menentang pengangkatan Nambi sebagai Patih Majapahit menjadi bagian penting sejarah yang terus dikenang masyarakat.

“Tak heran jika nama Ronggolawe hingga kini tetap hidup di hati masyarakat sebagai simbol keberanian dan keteguhan sikap.
Tombo Ati, Dakwah yang Menjadi Nada Kehidupan,” tegasnya.

Berbeda dengan nuansa heroik Pahlawan Ronggolawe, lagu Tombo Ati hadir sebagai penyejuk spiritual yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Jawa, khususnya Tuban.

Lagu ini diyakini diciptakan oleh Sunan Bonang atau Maulana Makhdum Ibrahim, salah satu Walisongo yang memiliki hubungan erat dengan Tuban. Putra Sunan Ampel tersebut menjadikan Tuban sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam pada masanya.

“Hingga kini, lantunan Tombo Ati masih mudah ditemui dalam berbagai ruang budaya masyarakat. Syairnya terdengar dalam pertunjukan wayang, campursari, Tayub Tuban, hingga puji-pujian selepas adzan sebelum iqamah,” ceritanya.

Saat Ramadan tiba, lagu ini pun menjadi pengingat spiritual yang akrab di telinga masyarakat.
Di balik melodinya yang sederhana, Tombo Ati menyimpan pesan mendalam tentang lima jalan memperoleh ketenangan jiwa, mulai dari membaca Al-Qur’an beserta maknanya, mendirikan salat malam, berkumpul dengan orang saleh, berpuasa sunnah, hingga memperbanyak dzikir kepada Allah.

“Ajaran tersebut diwariskan turun-temurun melalui lantunan lagu yang mudah diterima masyarakat, dari lingkungan pesantren hingga panggung kesenian rakyat,” terangnya.

Menjaga Identitas Budaya Tuban
Pengakuan negara terhadap dua lagu tradisional ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga bersama.

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button