EventsTravel

Festival Mangrove Jatim X di Tuban, Ning Lia: Jadi Momentum Jaga Alam dan Dongkrak Wisata Pesisir

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, saat penandatanganan Mangrove di Pantai Panduri Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Foto: Nursalam

TUBAN, SUARADATA.com-Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis ekosistem mangrove, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati hari magrove tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kaka Slank, Angota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tuban, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama, turut ambil bagian dalam aksi penanaman mangrove. Ia mengapresiasi, sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tuban, kelompok tani hutan, hingga masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik. Kehadiran Ibu Gubernur, Kaka Slank, pemerintah daerah, dan masyarakat menunjukkan bahwa menjaga alam harus dilakukan bersama-sama. Festival seperti ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurut Ning Lia sapaan akrabnya, Festival Mangrove harus menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ia berharap kesadaran menjaga ekosistem pesisir tidak hanya tumbuh di Tuban, tetapi juga menginspirasi masyarakat di daerah lain.

“Ayo bersama-sama kita jaga alam, kita sama-sama jaga masa depan alam,” tegasnya.

Ning Lia saat foto bersama dengan anggota pramuka serta cong nduk Tuban.

Anggota DPD RI itu, juga menilai Kabupaten Tuban memiliki potensi sumber daya alam dan kawasan pesisir yang sangat besar. Dengan garis pantai mencapai sekitar 65 kilometer, keberadaan hutan mangrove dinilai mampu menjadi penyangga ekosistem sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Menanam mangrove bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam masa depan ekonomi masyarakat. Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi sistem pendukung lingkungan yang sehat sekaligus membuka peluang wisata pesisir yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi, komitmen kelompok tani hutan di Tuban yang terus menjaga kawasan mangrove agar tetap lestari. Menurutnya, pengelolaan kawasan pesisir harus mengedepankan kepentingan bersama dengan meminimalkan alih fungsi lahan yang dapat merusak ekosistem.

“Harapannya kawasan mangrove ini terus dijaga, dikembangkan sebagai destinasi wisata yang sehat, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button