KPH Tuban Pastikan Jalan Penghubung Koro-Pongpongan Masuk Kawasan Perhutani


80
KPH Tuban Tulus Budyadi saat melihat peta luasan kawasan perhutani di kawasan tambang PT SIG Pabrik Tuban.

Reporter: Nursalam

TUBAN,SUARADATA.com-Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban memastikan bahwa jalan penghubung antara Dusun Koro dengan Pongpongan, yang melintasi area tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani.

Hal tersebut disampaikan ADM KPH Tuban Tulus Budyadi saat meninjau reklamasi lahan pasca tambang batu kapur/batu gamping milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Selasa (10/12/2020).

“Pada awalnya jalan hantar tersebut digunakan oleh perhutani sebagai penunjang kelancaran operasional, kemudian warga desa juga sering menggunakannya sebagai jalur alternatif (Jalan Pintas),” ungkapnya.

Setelah adanya SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.514/Menhut-II/2009 tanggal 8 September 2009 tentang perpanjangan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk kegiatan penambangan bahan baku semen.

Dalam hal ini, Semen Indonesia mendapatkan ijin penggunaan kawasan atas lahan seluas 532 Ha. Lahan itu berada di BKPH Merakurak dan Kerek. Termasuk di dalamnya terdapat jalan hantar tepatnya alur BD. Dengan panjang kurang lebih 1,46 kilometer di Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Tuban

“Dengan demikian jalan hantar tersebut berada di kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perum Perhutani dan selanjutnya dipinjam pakai oleh Semen Indonesia untuk keperluan operasional perusahaan,” tambahnya.

Menurutnya, Alur BD tersebut juga menjadi batas Petak 37, 38, 39 dan 40 RPH Senori BKPH Merakurak. Kemudian, membujur dari arah selatan ke utara. Sebelah barat jalan merupakan Petak 37 dan 38 sementara di  timur jalan merupakan  Petak 39 dan 40.

“Berdasarkan historis penataan dan pengukuran kawasan hutan BKPH Kerek, pengukuran dan penataan pertama atau afbakening dilaksanakan tahun 1900-1900. Dan process verbal van grensregeling disahkan pada tanggal 24 Juni 1931 seluas 13.007,0 Ha. Penataan terkini tahun 2018-2019 yang merupakan penataan ke-IX kesembilan,” terangnya.

Dikatakan ADM perhutani ini, Semen Indonesia memiliki ijin penggunaan kawasan hutan untuk keperluan tambang. Tanpa melanggar ketentuan yang ada. Termasuk melakukan penambangan pada jalan (alur BD) yang sementara waktu sebelumnya juga dimanfaatkan masyarakat sebagai jalan pintas.

“Dilakukannya proses penambangan batu kapur di wilayah Desa Pongpongan, Semen Indonesia telah membuatkan jalan alternatif untuk menggantikan jalan hantar yang dinilai sudah tidak aman karena terlalu dekat dengan kegiatan penambangan,” pungkasnya.(Sal/And/Red) 


Like it? Share with your friends!

80

What's Your Reaction?

hate hate
300
hate
confused confused
900
confused
fail fail
600
fail
fun fun
500
fun
geeky geeky
400
geeky
love love
100
love
lol lol
200
lol
omg omg
900
omg
win win
600
win
Suara Data Network
assalamualaikum

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *