EventsPendidikan

Peningkatan Keberdayaan Mitra Karang Taruna Putera Bahari Desa Palang Melalui Teknologi Pirolisis Recyfuel

TUBAN-Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban menghadapi permasalahan serius akibat menumpuknya sampah plastik di wilayah pesisir.

Sampah yang terbawa ombak dan aktivitas masyarakat nelayan telah mencemari pantai, menggangu operasional nelayan dan mengancam ekosistem laut. Untuk menjawab tantangan ini, Tim dosen unirow didanai oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) 2025 , Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, kemendiktisainstek melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul Recyfuel (Recycled Plastic as Fuel): Pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik laut menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Karang Taruna Putera Bahari merupakan kelompok karang taruna di Desa Palang yang berdiri sejak 2015 dan sekarang (tahun 2025). Tercatat diketuai oleh Dimas Ardiansah dengan 20 orang anggota, yang terdiri semua pemuda pemudi di Desa Palang. Karang Taruna Putra Bahari, S.Kel.

Menurut Sekretaris Karang Taruna, Dani Agus bahwa permasalahan yang dihadapi mitra karang Taruna Putera Bahari ada beberapa hal. Diantaranya, pencemaran lingkungan akibat plastik laut karena ketergantungan pada plastik sekali pakai untuk packing ikan,. Lalu yang kedua, pengelolaan limbah plastik laut yang ada masih konvensional dengan pembakaran manual. Ketiga rendahnya SDM sehingga belum termanfaatkannya sampah plastik menjadi energi alternatif.

“Lalu, keempat yaitu mitra belum mempunyai kegiatan yang berorientasi profit,” ujarnya.

Kepala Desa Palang, As’ad, berpendapat bahwa sebagai pemuda penerus desa diharuskan menyelesaikan permasalahan sampah plastik laut yang ada di desanya.

Disisi lain, Ketua PKM “Reyceful” Marita Ika Joesidawati menyatakan, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berhasil dilaksanakan dalam kurun waktu 8 bulan. Pastinya sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Yaitu Kegiatan pertama adalah Pengenalan Alat teknologi pirolisis dengan nama (RECYfuel plastic as FUEL) yang dapat mengubah limbah plastik laut menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.

Selanjutnya, kedua yaitu penerapan dan Kegiatan Pelatihan Pengoperasian Penggunaan Alat RECYFUEL (RECYcled plastic as FUEL) bagi Mitra. Kegiatan ketiga yakni pelatihan Produksi Energi Alternatif (Solar) menggunakan Alat RECYFUEL (RECYcled plastic as FUEL) pada mitra. Hasil kegiatan pertama ada peningkatan keberdayaan pada aspek sosial kemasyarakatan yaitu ada peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra.

“Dimana mitra mengetahui cara mengelola sampah plastik laut dan pemanfaatan yang lebih menghasilkan profit (diubah menjadi solar),” ujarnya.

Sedangkan hasil kegiatan kedua ada peningkatan Aspek Manajemen. Yaitu ada peningkatan kemampuan manajemen dan peningkatan keberlanjutan usaha.

“Tentu mitra mampu menggunakan, mengoperasikan dan memelihara alat teknologi pirolisis (RECYfuel plastic as FUEL) yang dapat mengubah limbah plastik laut menjadi solar,” papar Anggota PKM “Recyfuel” Susanti Dhini Anggraini.

Disisi lain, Anggota PKM lainnya Suwarsih yang telah melatih pada kegiatan ketiga menyampaikan, pelatihan Produksi Energi Alternatif (Solar) menggunakan Alat RECYFUEL (RECYcled plastic as FUEL)” pada 20 anggota Mitra pada tanggal 12 November 2025. Pada pelatihan ini menekankan peningkatan keberdayaan pada Aspek Produksi dan Aspek Pemasaran. Dimana 90 persen mitra ada pemasukan melalui penjualan solar. Lalu 1 kilogram sampah plastik dapat diubah menjadi 300-400 ml solar dan 90 persen mitra mampu membuat laporan keuangan (biaya operasional, biaya investasi, BEP).

Diketahui, pelaksanaan kegiatan PKM 2025 oleh TIM PKM RECYFUEL terbukti efektif. Terlebih, sebagai solusi tepat guna untuk mengolah sampah plastik laut di Desa Palang menjadi energi alternatif (solar) yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.

Kapasitas teknis dan kelembagaan Karang Taruna Putera Bahari meningkat signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan mengoperasikan alat, memproduksi solar dan mengelola usaha mandiri. Program ini memberikan dampak ganda, yaitu pengurangan pencemaran lingkungan dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2025.

Ucapan terimakasih juga diberikan pada Universitas PGRI Ronggolawe dalam membantu kelancaran program pengabdian ini. Selain itu ucapan terimakasih disampaikan pada Kepala Desa Palang Kecamatan Palang beserta jajarannya, Kelompok Nelayan serta Karang Taruna Desa Palang atas kerjasamanya dalam mendukung kegiatan ini.(Tim PKM “Reyceful” Unirow Tuban)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button