Percepat Pembangunan Kilang, GRR Tuban Gandeng PLN dalam Penyediaan Listrik


80
Penandatanganan MoU oleh Presiden Direktur Pertamina Rosneft Bapak Kadek Ambara Jaya dan Generali Genersi Manager PLN Unik Distribusi Jawa Adi Priyanto.

Reporter: Nursalam

TUBAN, SUARADATA.com-Dalam rangka mempercepat progress pembangunan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT PLN (Persero) guna penyediaan listrik untuk kebutuhan Proyek Grass Root Refinery Tuban.

Adapun nota kesepahaman tersebut diteken oleh Presiden Direktur Pertamina Rosneft Kadek Ambara Jaya dan Pavel Vagero selaku Direktur Keuangan dan Umum, serta General Manager PLN Unit Distribusi Jawa Adi Priyanto yang disaksikan oleh Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury, Kamis (23/9/2021).

Dalam sambutannya, Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury menyampaikan, penyediaan listrik untuk NGRR Tuban akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Karena sebagai sinergi BUMN kerja sama itu akan memberikan manfaat terkait efisiensi nasional.

“Bagi PLN kerjasama ini akan meningkatkan serapan tenaga listrik sehingga akan meningkatkan pendapatan, sementara untuk Pertamina Rostneft kerja sama ini akan membuat lebih fokus untuk meningkatkan kompetitifnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengatakan, melalui nota kesepahaman ini Pertamina Rosneft dan PLN akan membuka peluang untuk melaksanakan kajian bersama. Termasuk, memastikan penyediaan suplai listrik hingga 20 Mega Watt (MW) selama fase konstruksi dan commissioning.

“Dari hasil kajian tersebut nantinya akan ditentukan skema kerjasama yang paling optimal dan menguntungkan dari aspek bisnis. Selain itu, mencakup pada penentuan penyediaan infrastruktur penunjang dan skenario konfigurasi sistem dan peralatan,” bebernya.

Sedangkan, fase konstruksi ditargetkan akan dimulai pada triwulan ke 3 tahun 2023. Diperkiraan kebutuhan listrik GRR Tuban pada fase ini yaitu sebesar 20 megawatt. Lalu untuk tahapan commissioning start-up utility akan dimulai pada triwulan ke 2 tahun 2026 dengan kebutuhan listrik dapat mencapai 50 megawatt.

“Konfigurasi Kilang Pertamina Rosneft saat ini memerlukan kepastian jaminan operasional kilang tanpa terputusnya aliran listrik. Sehingga, diperlukan pasokan listrik yang handal,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengungkapkan, . apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PLN. Ia berjanji akan menjaga komitmen untuk penyediaan kebutuhan listrik secara handal dengan harga yang kompetitif.

“Nota kesepahaman ini akan berlaku selama 1 satu tahun dan hasil kajian bersama ini akan dituangkan dalam Kerjasama penyediaan listrik GRR Tuban dalam format Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik,” sambungnya.

Sementara itu, pada tahap operasi kebutuhan listrik secara total untuk kondisi normal operasi mencapai 678 megawatt. Melaui konfigurasi kombinasi suplai self-power generation dari kilang GRR Tuban serta electrical power grid dari PLN dan direncanakan PLN akan mensuplai hingga 500 megawatt.

“Kerjasama antara Pertamina Group dan PLN sendiri terutama untuk operasional kilang BBM bukan yang pertama,” tutur Zulkifli.

Sebelumnya PT Pertamina (Persero) meneken perjanjian kerjasama dengan PLN untuk penyediaan layanan kelistrikan untuk 5 kilang Pertamina di Refinery Unit (RU) 1 Dumai, RU II Plaju Sungai Gerong, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, dan RU VI Balongan dengan kebutuhan total daya listrik yang disuplai mencapai 217 MVA yang selanjutnya dapat bertambah 104 MVA.(Sal/And/Red)


Like it? Share with your friends!

80

What's Your Reaction?

hate hate
600
hate
confused confused
200
confused
fail fail
900
fail
fun fun
800
fun
geeky geeky
700
geeky
love love
400
love
lol lol
500
lol
omg omg
200
omg
win win
900
win
Suara Data Network
assalamualaikum

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *