Events

Permintaan Naik Jelang Idul Adha, Produsen Arang di Tuban Kebanjiran Order

Produsen Arang saat memilah Arang yang akan dijual.

TUBAN, SUARADATA.com-Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, permintaan arang kayu di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan signifikan.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh Purna Wirawan (43), produsen arang asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Ia dalam sebulan terakhir kebanjiran pesanan hingga mencapai 1 hingga 2 ton per-hari.

Sejak pagi, ia bersama karyawannya tampak sibuk memasukkan ranting-ranting kayu ke dalam tungku pembakaran. Sebelum dibakar, kayu terlebih dahulu dipotong-potong dan ditata rapi di dalam tungku.

Setelah penuh, tungku ditutup menggunakan semen dengan menyisakan dua lubang sebagai jalur pembakaran dan keluarnya asap.

Proses pembakaran sendiri memakan waktu cukup lama. Kayu dibakar selama dua hari, kemudian didiamkan selama enam hari agar hasil pembakaran merata dan menghasilkan arang berkualitas baik.

Pada hari biasa, ia hanya mengoperasikan lima tungku pembakaran berkapasitas delapan kuintal. Namun, meningkatnya permintaan menjelang Iduladha membuat seluruh 10 tungku miliknya kini aktif berproduksi.

Menurutnya, lonjakan permintaan terjadi karena banyak masyarakat yang membutuhkan arang untuk mengolah daging kurban, terutama untuk sate dan bakaran lainnya.

“Jelang Iduladha kita menambahkan kapasitas produksi, karena permintaan pasar lokal mengalami kenaikan sampai 60 persen,” ungkapnya Jum’at (22/5/2026).

Arang hasil produksinya kemudian disalurkan ke sejumlah tengkulak di wilayah Kabupaten Tuban untuk dipasarkan kembali.

Meski permintaan meningkat, harga arang kayu masih relatif stabil. Untuk arang kayu asem dijual seharga Rp5.000 per kilogram, sedangkan arang kayu biasa dibanderol Rp4.000 per kilogram.

“Untuk harga Rp4.000 sampai Rp5.000 bergantung jenis kayu,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button