EventsPendidikanReligius

PT IAPMO Renovasi Fasilitas Sanitari di Pesantren Tuban, Dorong Lingkungan yang Sehat dan Layak

Senior Vice President PT. IAPMO Group Indonesia, Shirley Dewi, saat memberikan sambutan di acara peresmian fasilitas Sanitari.

TUBAN, SUARADATA.com-Fasilitas sanitari yang bersih dan layak merupakan kebutuhan dasar, terutama di lingkungan pendidikan seperti sekolah dan pesantren.

Sayangnya, masih banyak lembaga pendidikan yang menghadapi kendala dalam menyediakan toilet dan tempat cuci tangan yang memadai. Akibatnya, risiko penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan meningkat, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Menjawab tantangan tersebut, PT. IAPMO Group Indonesia melakukan langkah konkret melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)-nya. Terbukti dengan merenovasi total fasilitas sanitasi di Pondok Pesantren Salafiyah Kholidiyah, di Desa /Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Sebelum direnovasi, kondisi toilet di pesantren tersebut sangat memprihatinkan yaitu kotor, rusak dan tidak higienis. Hal ini tentu berdampak langsung pada kesehatan para santri dan kualitas lingkungan belajar.

Dalam kegiatan renovasi ini, PT IAPMO mengganti sistem pembuangan limbah, memperbarui seluruh toilet dan keran serta menambahkan fasilitas cuci tangan dengan wastafel baru. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan standar sanitasi modern yang bersih, aman, dan ramah lingkungan.

Acara peresmian fasilitas baru ini turut dihadiri oleh DR. Muhammad A.S. Hikam, MA, Ketua Dewan Pembina Yayasan Salafiyah Kholidiyah, Donny Purnomo JE, ST, Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Muhajir Asrori, Ketua Asosiasi Plambing Nasional (APIN), pada Selasa (3/6/2025).

Selain peresmian, PT IAPMO juga menggelar edukasi tentang perawatan toilet dan pentingnya kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai bagian dari kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.

“Sanitasi yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga perlindungan kesehatan. Ini adalah hak dasar yang harus dipenuhi, khususnya di lembaga pendidikan,” ujar Shirley Dewi, Senior Vice President PT. IAPMO Group Indonesia.

IAPMO Group Indonesia sendiri merupakan bagian dari IAPMO Group. Organisasi internasional ini telah hampir 100 tahun bergerak dalam bidang standar sanitasi, air bersih, plambing, dan konstruksi. Di Indonesia, IAPMO berkomitmen menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai dasar teknis dalam menjaga mutu dan keselamatan publik.

Senior Vice President PT. IAPMO Group Indonesia, Shirley Dewi, didampingi Ketua Dewan Pembina Yayasan Salafiyah Kholidiyah, DR. Muhammad A.S. Hikam, MA, Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo JE, ST, dan Ketua Asosiasi Plambing Nasional (APIN), Muhajir Asrori, saat meresmikan Fasilitas Sanitari di Ponpes Salafiyah Kholidiyah, Kecamatan Plumpang, Tuban Jawa Timur.

“Melalui program seperti ini, kami ingin mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bermartabat,” tambah Shirley.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak signifikan dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.

“IAPMO berharap kegiatan ini dapat menjadi model kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga pendidikan dalam menciptakan fasilitas yang sehat dan aman,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Salafiyah Kholidiyah, DR. Muhammad A.S. Hikam, MA mengatakan, ini merupakan sebuah terobosan baru dari yayasan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan kerja sama. Tidak hanya di tingkat kabupaten dan nasional, tetapi juga mulai merambah skala internasional.

“Ini adalah sebuah langkah penting. Selain memperkuat jejaring, terobosan ini sangat berguna bagi pesantren-pesantren yang masih membutuhkan banyak perbaikan, terutama dalam hal infrastruktur,” tuturnya..

Ia menekankan, salah satu kebutuhan paling mendesak di banyak pesantren adalah sanitasi.

“Persoalan sanitari sering menjadi problem, diakui atau tidak, ini adalah masalah nyata yang selama ini kurang mendapat perhatian,” tambahnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pondok pesantren di berbagai daerah, termasuk pesantren-pesantren besar, untuk lebih fokus pada peningkatan fasilitas dasar bagi para santri.

“Ini adalah trigger yang sangat penting, dan saya yakin ini akan menjadi bagian dari gerakan perubahan ini,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button