Puskesmas Sumurgung Perkuat Zona Integritas Lewat Forum Konsultasi Publik dan Deretan Inovasi Pelayanan
TUBAN, SUARADATA.com-UOBF Puskesmas Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) lintas sektor yang rutin digelar setiap tiga bulan sekali.
Kegiatan tersebut menjadi wadah komunikasi antara puskesmas dengan berbagai elemen masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga lintas sektor terkait guna memperkuat sinergi pelayanan kesehatan dan mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Kepala Puskesmas Sumurgung, dr Dian Ambarsari mengatakan, meskipun Puskesmas Sumurgung telah memiliki berbagai inovasi pelayanan, pelaksanaan Forum Konsultasi Publik tetap menjadi agenda penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
“FKP ini menjadi sarana komunikasi dua arah antara puskesmas, masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan lintas sektor untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujarnya Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi media evaluasi pelayanan publik, mulai dari akses layanan, kepuasan masyarakat, inovasi pelayanan, hingga penanganan pengaduan. Selain itu, FKP juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung secara bersama-sama.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun komitmen lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta menyinergikan program kesehatan dengan program lintas sektor agar lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap, forum tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara puskesmas, masyarakat, dan lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat maupun isu strategis kesehatan lainnya.
“Yang paling penting, kegiatan ini dapat menghimpun saran, kritik, dan solusi konstruktif demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, ramah, inklusif, dan berkualitas,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Pj Inovasi Puskesmas Sumurgung, drg Triyana Rochmawati, turut memaparkan sejumlah inovasi unggulan yang telah dikembangkan pihaknya. Salah satunya adalah inovasi “PAK EDI CAKEP” atau Paket Edukasi Digital Calon Pengantin, Masa Kehamilan dan Persalinan. Program ini bertujuan memberikan kemudahan akses informasi edukatif terkait kesehatan bagi calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu bersalin.
“Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan pasien dan keluarga,” terang drg Triyana.
Inovasi tersebut bahkan berhasil meraih Juara Harapan III Lomba Inovasi Pelayanan Publik Dinkes P2KB Tuban Tahun 2025.
Selain itu, terdapat pula inovasi “DOKGIMAS PENTING” atau Dokter Gigi Puskesmas Peduli Pencegahan dan Penanganan Stunting. Program ini fokus pada pelayanan kesehatan gigi bagi ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
“Inovasi ini menjadi bentuk edukasi pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini karena berkaitan dengan asupan nutrisi tubuh. Program tersebut juga berhasil meraih Juara Harapan I Lomba Inovasi Pelayanan Publik Dinkes P2KB Tahun 2023,” tuturnya.
Tak hanya itu, Puskesmas Sumurgung juga menghadirkan inovasi “DARLING TB” sebagai penguatan pelayanan dan pendampingan pasien tuberkulosis. Inovasi ini berfokus pada peningkatan kepatuhan pengobatan, penjangkauan pasien, serta edukasi pencegahan TB kepada masyarakat.
“Melalui inovasi ini, Puskesmas Sumurgung berhasil menjadi yang terbaik dalam capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Kabupaten Tuban sejak 2024 hingga sekarang,” tambahnya.
Sementara itu, inovasi “ANTRI KOMPAS” dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan pelayanan melalui sistem antrean prioritas bagi pasien kompensasi layanan, seperti pasien TB, HIV, kusta, ibu bersalin, serta penyandang disabilitas.
Di bidang pembangunan zona integritas, Puskesmas Sumurgung juga memiliki inovasi “Polisi Masgung”, yakni pojok anti pungli dan gratifikasi sebagai bentuk komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
“Berbagai inovasi ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegas drg Triyana.
Sementara itu, Plt Camat Palang, Kapitano Gunawan YW, memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Puskesmas Sumurgung.
“Semoga inovasi yang dihadirkan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Forum Konsultasi Publik tersebut turut dihadiri Plt Camat Palang, Kapolsek Palang AKP Wakhid Nurcahyo, Danramil Palang, Kepala KUA, TKSK, para kepala desa se-Kecamatan Palang, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga jejaring Klinik Muhammadiyah Panyuran.(Sal/And/Red)