EventsPendidikan

SMP Negeri 3 Tuban Angkat Legenda “Padi Gaib Mbah Ronggo” di Tuban Specta Night Carnival

Penampilan SMP 3 Tuban dalam gelaran Tuban Specta Night Carnival (TSNC) 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tuban di Alun-alun kota.

TUBAN, SUARADATA.com-UPT SMP Negeri 3 Tuban sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata dalam gelaran Tuban Specta Night Carnival (TSNC) 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tuban di Alun-alun kota.

sekolah menengah pertama yang beralamatkan di Jalan Sunan Kalijaga Tuhan itu membawakan tema “Padi Gaib Mbah Ronggo”. Tentu penampilan para siswa ini mampu menyuguhkan perpaduan seni, budaya, dan kearifan lokal yang memukau.

Kepala UPT SMP Negeri 3 Tuban, Anik Winarni, menjelaskan, pihaknya sengaja memilih tema tersebut untuk ikut memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus mengenalkan kembali kisah rakyat dari Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

“Cerita ini mengisahkan Mbah Ronggo, seorang pertapa yang mendapat petunjuk dari Hyang Widi melalui perantara Dewi Sri. Berkat doa dan ketulusan hatinya, desa yang dilanda paceklik mendapat anugerah padi ajaib yang bisa tumbuh semalam,” ungkap Anik, Senin (1/9/2025).

Namun, lanjutnya, kisah ini sarat pesan moral. Sebagian rakyat yang tamak mengambil padi secara berlebihan justru mendapat kutukan sawahnya tandus. Sementara mereka yang mengambil secukupnya tetap hidup makmur.

“Ajaran pentingnya adalah hidup serasi dengan alam dan menjauhi keserakahan,” tambahnya.

Menurut Kepala Sekolah terkenal energik ini, bahwa alam sudah banyak memberikan manfaat pada manusia, oleh sebab itu sebaiknya hindari keserakahan yang berlebihan karena itu tidak baik. Padi adalah lambang kemakmuran, dimana padi tumbuh subur makan rakyat makmur. Tentu intisari dari cerita ini supaya rakyat tidak kekurangan padi di sawah tumbuh subur dan rakyat makmur.

“Pado tumbuh subur dan rakyat makmur karena doa Mbah Ronggo dikabulkan Dewi Sri. Da ditandai juga dengan suara kodok bende yang bersautan di sungai. Iru pertanda kecukupan air untuk irigasi sawah, sehingga padi tumbuh subur dan bisa panen raya padi,” bebernya.

Tak hanya menyajikan koreografi megah, penampilan SMPN 3 Tuban juga menghadirkan simbol-simbol alam seperti “Kodok Bende” suara kodok yang dipercaya menjadi pertanda kecukupan air untuk sawah. Hal ini semakin menegaskan makna padi sebagai lambang kemakmuran rakyat.

Tema yang diusung ialah Padi Gaib Mbah Ronggo dan diambil dari cerita masyarakat di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

“Tema ini menceritakan konon sebuah kisah yang ada di daerah saat ini disebut dengan lapangan “Kodok Bende” di Desa Prunggahan Kulon,” ujar Anik sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, Kodok Bende sendiri bermakna suara musikalisasi kodok yang terbentuk sedemikian rupa, sehingga padi-padi di sawah tumbuh subur.

Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menjelaskan, parade budaya ini menjadi kegiatan pamungkas peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI 2025 Pemkab Tuban. Selain itu, ajang tahunan ini menjadi suguhan bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Perayaan ini menjadi wujud syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Melalui kegiatan ini dapat membangkitkan semangat dan cinta tanah air di hati masyarakat Kabupaten Tuban,” ungkap Bupati Lindra.

Ia pun mengaku, terpukau dengan tampilan regu parade budaya yang begitu menakjubkan dan spektakuler. Selain itu, merasa bangga dan memberikan apresiasi tertinggi untuk peserta dan masyarakat yang antusias hingga selesai. Berbagai hasil kreasi yang ditampilkan menjadi wujud kemauan dan kemampuan untuk berpikir inovatif.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberhasilan pelaksanaan Tuban Specta Night Carnival tahun ini. Semoga dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button