EventsPendidikan

Transformasi Digital Mulai dari Desa: Mahasiswa KKN Latih Pelaku UMKM Manfaatkan AI di Jenisgelaran

Penyampaian program pemanfaatan AI.

JOMBANG, SUARADATA.com-Dalam rangka program pengabdian masyarakat Kelompok 22 Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Berdampak 2026 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi UMKM Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Desa Jenisgelaran, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini ditujukan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital.

Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat membuka peluang baru bagi UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih efektif dan efisien. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara memanfaatkan teknologi AI dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung transformasi digital UMKM di tingkat desa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Jenisgelaran. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelaku UMKM yang berasal dari berbagai jenis usaha di desa dengan jumlah pelaku 17 usaha UMKM. Acara dimulai dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh perangkat desa, mahasiswa KKN, serta para peserta pelatihan. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan daya saing usaha di era teknologi.

Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan karena materi yang diberikan berkaitan langsung dengan kebutuhan usaha mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan AI sebagai salah satu strategi pengembangan usaha. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai konsep dasar AI dan berbagai manfaatnya bagi UMKM.

Peserta dikenalkan dengan beberapa aplikasi AI dan salah satunya adalah Gemini AI yang dapat dimanfaatkan untuk membuat desain promosi, menghasilkan ide konten media sosial, menyusun deskripsi produk, serta membantu penyusunan strategi pemasaran secara lebih praktis. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan cara membuat prompt yang tepat agar hasil yang diperoleh dari AI sesuai dengan kebutuhan usaha.

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Dengan metode tersebut, peserta dapat mengenal AI sebagai teknologi yang mudah digunakan dan bermanfaat bagi perkembangan usaha mereka. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik secara langsung menggunakan telepon genggam masing-masing peserta.

Mahasiswa KKN mendampingi peserta langkah demi langkah dalam menggunakan aplikasi berbasis AI untuk membuat berbagai kebutuhan promosi usaha. Peserta mencoba membuat poster produk, menulis deskripsi produk yang menarik, hingga menyusun caption media sosial yang lebih kreatif.

Foto bersama seusai pelatihan memanfaatkam AI untuk dunia usaha.

Pendampingan dilakukan secara intensif agar setiap peserta mampu memahami proses penggunaan aplikasi dengan baik. Interaksi yang aktif antara mahasiswa dan peserta membuat suasana pelatihan menjadi lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pelaku usaha menghemat waktu dalam pembuatan konten promosi, meningkatkan kualitas pemasaran digital, serta memperluas jangkauan pasar melalui media sosial.

Selain itu, penggunaan AI juga dapat mendorong pelaku UMKM untuk lebih kreatif dalam menyusun strategi pemasaran tanpa harus memiliki kemampuan desain atau penulisan yang tinggi. Dengan meningkatnya kemampuan digital, pelaku UMKM diharapkan mampu bersaing dengan usaha lain yang telah lebih dahulu menerapkan teknologi digital. Hal ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa melalui inovasi teknologi.

Azril selaku Wakil Ketua KKN Kelompok 22 UPN Veteran Jawa Timur mengatakan, masa depan UMKM ada pada kemampuan beradaptasi dengan teknologi. AI bukan untuk menggantikan pelaku usaha, tetapi menjadi mitra yang membantu mereka bekerja lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih kompetitif.

“Dengan dukungan pelatihan dan literasi digital, UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun global,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap para pelaku UMKM di Desa Jenisgelaran dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Pendampingan yang diberikan selama pelatihan diharapkan menjadi bekal awal bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan digital secara mandiri.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung percepatan transformasi digital di tingkat desa.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Desa Jenisgelaran mampu berkembang lebih pesat, memiliki daya saing yang lebih tinggi, dan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” bebernya.(Faqih/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button