EventsPendidikan

Usung “KolaborAksi Gelaran”, 25 Mahasiswa KKN Berdayakan Desa Jenisgelaran

JOMBANG, SUARADATA.com-Sebanyak 25 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Berdampak 2026 Kelompok 22 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur resmi memulai kegiatan pengabdian di Desa Jenisgelaran, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Pembukaan KKN yang berlangsung di Balai Desa Jenisgelaran pada Selasa (14/7/2026) tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Hal ini sebagai simbol dimulainya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh seluruh perangkat Desa Jenisgelaran, 25 mahasiswa KKN Kelompok 22, serta sejumlah perwakilan masyarakat. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Ketua Kelompok 22 KKN, Amanda Arum Puspitasari, dan Kepala Desa Jenisgelaran, Bambang Saputro, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan seluruh anggota KKN.

Sebagai puncak acara, Kepala Desa Bambang Saputro melakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua Kelompok 22 sebagai penanda dimulainya pelaksanaan KKN SDGs Berdampak 2026. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Kelompok 22 mengusung tema “KolaborAksi Gelaran” dengan subtema “Bersinergi Membangun Desa melalui Pemberdayaan, Inovasi, dan Digitalisasi.” Selama 30 hari, terhitung sejak 13 Juli hingga 12 Agustus 2026, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pengabdian yang disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat serta potensi yang dimiliki Desa Jenisgelaran.

Ketua Kelompok 22 KKN, Amanda Arum Puspitasari mengatakan, tema tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa untuk menjalin kolaborasi dengan masyarakat dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi desa.

“KolaborAksi Gelaran menjadi semangat kami untuk membangun kerja sama yang erat dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kami berharap setiap program yang dijalankan tidak hanya menjadi agenda selama KKN, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Jenisgelaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jenisgelaran, Bambang Saputro, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan KKN oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur. Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di Desa Jenisgelaran. Semoga kolaborasi yang terjalin dapat melahirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa,” tuturnya.

Selama masa pengabdian, Kelompok 22 akan merealisasikan empat program utama. Yaitu penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan dan digitalisasi UMKM, legalitas dan penguatan UMKM, literasi digital karang taruna, dan desa sehat melalu TOGA. Seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian SDGs Desa sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

“Melalui pelaksanaan KKN SDGs Berdampak 2026, mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra kolaboratif bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal, mendorong lahirnya inovasi, serta memperkuat pemanfaatan teknologi dan digitalisasi sebagai bagian dari pembangunan Desa Jenisgelaran yang inklusif dan berkelanjutan,” bebernya.

Penulis : Autia Nurul Pujianti

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button