Diduga Arogan, Oknum Pegawai Kecamatan Parengan Hajar Karyawan SPBU
TUBAN, SUARADATA.com-Dugaan aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan Parengan yang juga dikenal sebagai sopir pribadi camat, diduga menganiaya empat karyawan SPBU Parengan, Sabtu malam (7/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, sekitar pukul 18.45 WIB. Pelaku berinisial J diduga melakukan pemukulan terhadap tiga operator SPBU dan satu orang mandor. Aksi kekerasan itu bahkan terekam kamera CCTV.
Berdasarkan keterangan para korban, kejadian bermula saat pelaku datang ke SPBU dengan mengendarai mobil berwarna hitam dan mengenakan kaos oranye. Di dalam mobil tersebut terdapat seorang penumpang yang juga disebut sebagai pegawai Kecamatan Parengan. Pelaku bermaksud melakukan pengisian BBM jenis Pertamax.
Saat tiba di jalur pengisian, terdapat satu sepeda motor matic yang sedang mengantre. Posisi mobil pelaku berada di belakang motor tersebut dengan posisi tidak sempurna. Operator SPBU bernama Ferdi saat itu tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual.
Setelah pengecekan selesai, Ferdi melayani pengendara motor yang telah mengantre lebih dulu. Namun, tanpa diduga, pelaku turun dari mobil dan langsung menghampiri Ferdi, lalu menjambak rambutnya.
“Tanpa tahu sebabnya, rambut saya tiba-tiba ditarik. Posisi saya sedang melayani sepeda motor yang sudah antre,” ujar Ferdi, Minggu (8/2/2026).
Aksi kekerasan tersebut disaksikan oleh Mandor SPBU, Ali Nasroh, yang berupaya melerai sekaligus menanyakan duduk persoalan. Namun upaya itu justru berujung pemukulan. Pelaku memukul bagian perut Nasroh sambil melontarkan kalimat bernada ancaman.“Kowe ra weruh sopo aku (kamu tidak tahu siapa saya).”
“Pelaku kembali hendak memukul untuk kedua kalinya, namun Nasroh berhasil menghindar,” tambahnya.
Situasi semakin memanas ketika operator lain, Prasojo, datang untuk melerai. Pelaku justru memukul wajah Prasojo hingga terjatuh. Pemukulan berlanjut ke arah hidung korban yang mengakibatkan pendarahan.
“Pelaku juga menginjak kaki Pak Prasojo. Akibatnya korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Hingga Minggu (8/2/2026), Prasojo masih menjalani perawatan medis dan belum dapat kembali bekerja,” kata mandor SPBU Agus.
Tak berhenti di situ, seorang tukang kebun SPBU bernama Riswadi yang berusaha melerai justru turut menjadi korban. Pelaku memukul pipi kiri Riswadi hingga mengalami pembengkakan.
“Setelah melakukan aksi kekerasan terhadap para karyawan SPBU, pelaku langsung meninggalkan lokasi,” terangnya.
Atas kejadian tersebut, para korban melaporkan peristiwa penganiayaan itu ke Polsek Parengan.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Parengan Darmadin Noor membenarkan adanya peristiwa yang diduga melibatkan staf PMD sekaligus sopir pribadinya. Ia menyatakan telah menerima laporan dan berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Saya baru dikabari pagi ini terkait kejadian di pom bensin kemarin. Sudah saya konfirmasi yang bersangkutan, dan akan diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan,” tulis Darmadin Noor melalui pesan singkat.
Sementara itu, Kapolsek Parengan Iptu Ramelan membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut. Pihak kepolisian telah mulai melakukan langkah hukum dengan memanggil para pelapor.
“Kejadian penganiayaan memang terjadi Sabtu malam. Hari ini, Minggu, sudah dilakukan pemanggilan terhadap para pelapor untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.(Sal/And/Red)