Hukum dan PolitikKilas Peristiwa

Ratusan Motor Konvoi Disita, Polres Tuban Tindak Tegas Para Penggembira

Kapolres Tuban bersama Dandim 0811 Tuban saat mengecek kendaraan hasil sitaan milik para penggembira disaat malam pengesahan warga baru PSHT.

TUBAN, SUARADATA.com-Aksi konvoi liar yang dilakukan ratusan penggembira saat malam pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berujung sanksi tegas.

Sebanyak 224 unit sepeda motor diamankan dan ditilang oleh jajaran Polres Tuban karena tidak memenuhi standar kelayakan, bahkan sebagian di antaranya diduga bodong.

Kapolres Tuban, AKBP William Cornelis Tanasale menyatakan, tindakan ini diambil sebagai respons atas ketidakpatuhan penggembira terhadap imbauan larangan konvoi dan tindakan anarkis.

“Selain ditilang, motor yang tidak dilengkapi plat nomor dan STNK akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim. Ini sudah melanggar hukum dan membahayakan ketertiban umum,” tegas AKBP William dalam konferensi pers di Mapolres Tuban, Kamis (10/7/2025).

Meski sudah dilakukan penyekatan di sejumlah titik strategis, para penggembira tetap nekat menerobos dan memaksakan diri masuk ke wilayah kota. Petugas akhirnya melakukan penyergapan dan pengamanan secara terukur. Dalam operasi tersebut sebanyak 326 orang penggembira berhasil diamankan. Terdiri dari 293 pria dan 33 perempuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Surabaya, hingga Rembang.

“Mereka tidak membawa senjata tajam, namun beberapa ditemukan membawa minuman keras jenis arak dan dalam kondisi mabuk saat konvoi,” ungkap Kapolres.

Mengejutkan lagi mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar, bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP. Untuk memberikan efek jera, para penggembira hanya diperbolehkan pulang jika dijemput oleh orang tua masing-masing di Mapolres.

“Kami ingin orang tua ikut mengetahui dan bertanggung jawab terhadap perilaku anak-anaknya. Jangan sampai mereka jadi korban ajakan yang menyesatkan di media sosial,” imbuh William.

Kapolres dan Dandim 0811 Tuban sama-sama menyesalkan aksi konvoi liar tersebut. Menurut keduanya, perilaku tersebut tidak mencerminkan budaya bangsa dan hanya memicu keresahan publik serta berpotensi memecah persatuan antar warga.

“Tindakan tegas ini akan kami lakukan kepada siapapun. Tidak ada perlakuan istimewa bagi perguruan silat manapun jika melakukan pelanggaran serupa,” tegas AKBP William.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Tuban, Lamidi menyampaikan, terimakasih kepada Polres Tuban dan Kodim 0811 yang telah membantu pengamanan, sehingga acara pengesahan Warga Baru PSHT berjalan lancar. Terkait konvoi ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Tuban agar diberikan penindakan tegas terhadap para penggembira.

“Yang pasti kami juga bertindak tegas terhadap adik-adik kami yang nekat konvoi pada malam pengesahan warga baru,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button