Kesehatan dan Olahraga

Pemkab Tuban Serius Tangani Penyakit Menular Prioritas

Dinkes P2KB Tuban menggelar rakor guna menangani penyakit menular.

TUBAN, SUARADATA.com-Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menyatakan, serius dalam menangani penyakit menular prioritas seperti Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Komitmen tersebut dilakukan Dinkes P2KB dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan mengundang berbagai pihak dan menghadirkan Wakil Bupati yang diselenggarakan di Ruang Rapat Dandang Wacara Setda Tuban, pada Rabu (24/9/2025).

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen lintas sektor dalam pengendalian Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan cakupan imunisasi di Bumi Wali,” kata Plt Kepala Dinkes P2KB Tuban, drg. Roikan, M.H.,

Ia menjelaskan, kondisi terkini secara teknis untuk TBC, di Kabupaten Tuban memiliki 39 faskes mikroskopis, 8 faskes pemeriksa TCM, serta 1 rumah sakit layanan TBC RO. Beberapa capaian indikator masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam penemuan kasus dan terapi pencegahan.

Selanjutnya, terkait DBD jumlah kasusnyabpada 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Upaya pengendalian pun terus ditingkatkan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus serta pemantauan jentik di tiap rumah.

“Kematian akibat DBD tahun ini sebanyak 12 orang, meningkat dari 7 orang tahun 2024. Tantangan utama kita adalah mengoptimalkan PSN 3M Plus, pelaporan angka bebas jentik,” timpalnya.

Lebih lanjut, terkait program imunisasi, capaian Kabupaten Tuban hingga Agustus 2025 berada pada kisaran 50–60 persen. Dari 33 puskesmas, 7 diantaranya sudah membentuk Desa Imunisasi Mantap (IMAN). Dinkes telah menerbitkan surat edaran untuk akselerasi layanan imunisasi, mendukung distribusi vaksin sesuai kebutuhan, serta melakukan supervisi dan bimbingan teknis bagi petugas.

“Perkembangan Universal Health Coverage (UHC) Tuban yang saat ini mencapai 94,37 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 73,74 persen. Artinya masih ada sekitar 53 ribu jiwa yang perlu kita dorong agar target UHC 98,6 persen tercapai. Untuk itu dibutuhkan koordinasi lintas OPD,” bebernya.

Ditempat sama, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono menyampaikan, rakor ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dan agama untuk memperluas capaian pengendalian penyakit menular di Kabupaten Tuban. Apalagi Indonesia saat ini menjadi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun. Pemerintah pusat menargetkan eliminasi TBC pada 2030, dan Kabupaten Tuban pun didorong untuk mempercepat pencapaian indikator dengan cara pembentukan Desa Siaga TBC di setiap kecamatan.

“Penemuan kasus TBC di Tuban sudah mencapai 54 persen dari target 90 persen, investigasi kontak 58 persen, dan terapi pencegahan 17,5 persen. Artinya, perlu sinergi yang lebih kuat dari semua pihak agar target dapat tercapai,” harap Wabup Joko sapaan akrabnya.

Selain TBC, Wabup juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kasus DBD yang tercatat Januari hingga Agustus 2025 sebanyak 683 kasus dengan 12 kasus meninggal. Sehingga, mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan gerakan 3M Plus dan mengaktifkan kembali satu rumah satu pemantau jentik.

“Imunisasi merupakan langkah pencegahan paling efektif. Kalau target imunisasi terpenuhi, maka akan terbentuk kekebalan kelompok dan anak-anak kita lebih terlindungi,” tutupnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button