Kilas Peristiwa

Yayasan Mabarot Ambil Sikap Tegas, Area Makam Sunan Bonang Disterilkan dari Pedagang Minyak Wangi yang Nakal

Ketua  dan Pengurus Yayasan Mabarot Sunan Bonang, setelah menggelar rapat bersama terkait Viral di media sosial video penjual minyak wangi yang diduga memaksa peziarah di kawasan Makam Sunan Bonang.

TUBAN, SUARADATA.com-Viral di media sosial video penjual minyak wangi yang diduga memaksa peziarah di kawasan Makam Sunan Bonang mendapatkan perhatian serius dari Yayasan Mabarot Sunan Bonang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Mabarot Sunan Bonang, Habib Alwi Ahmad Assegaf, menegaskan komitmen yayasan untuk menertibkan dan mensterilkan area makam dari praktik jual beli yang meresahkan peziarah.

Habib Alwi menjelaskan, pihak yayasan sejatinya telah berulang kali memberikan imbauan kepada para pedagang agar tidak melakukan penjualan secara memaksa. Bahkan, sebelum video tersebut viral, yayasan telah mengeluarkan ultimatum tegas.

“Kami sudah sering menghimbau agar tidak ada penjualan dengan cara memaksa. Terakhir, kami sampaikan ultimatum, jika masih terjadi maka praktik jual beli minyak wangi di area pintu masuk makam, baik sisi depan maupun samping masjid, akan kami hentikan,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Sebagai tindak lanjut, pada hari yang sama telah digelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Polsek Tuban, Koramil Tuban, Kecamatan, Kelurahan, serta Satpol PP. Hasilnya, disepakati langkah sterilisasi total terhadap penjualan minyak wangi di area makam, khususnya yang dilakukan dengan unsur paksaan.

“Alhamdulillah, kami sepakat tidak ada lagi penjualan minyak wangi yang memaksa peziarah. Jika masih ditemukan, peziarah kami himbau untuk segera melapor ke petugas keamanan yayasan, Polsek, maupun Koramil,” tegasnya.

Terkait sanksi, Habib Alwi menyebutkan, pembinaan telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Namun, apabila masih ada pedagang yang melanggar dan masuk dalam ranah hukum, maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan, larangan ini bukan ditujukan kepada pedagang pada umumnya, melainkan kepada praktik penjualan yang dilakukan dengan paksaan dan merugikan citra daerah.

“Kalau berdagang dengan wajar seperti di luar area makam, tidak masalah. Tapi yang memaksa ini yang berdampak buruk. Akhirnya yang disorot bukan hanya pedagang, tapi pengelola, aparat, bahkan warga Tuban secara keseluruhan,” tuturnya.

Dalam hal ini pihaknya berharap, dengan langkah tegas ini, para peziarah dapat kembali merasa aman dan nyaman saat berziarah ke Makam Sunan Bonang.

“Kami ingin para peziarah datang dengan rasa tenang, aman, dan nyaman. Insya Allah keamanan dijamin, kenyamanan juga kami jaga,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button