Bahas LKPJ Bupati Tahun 2021, Komisi IV Soroti Capaian Kinerja Yang Tidak Tercapai

Komisi IV DRRD Tuban saat menggelar rapat kerja dengan mitranya.

Reporter: Nursalam

TUBAN, SUARADATA.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban melalui Komisi IV telah menggelar rapat kerja pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2021 bersama mitra kerja komisi, Rabu (9/02/2020)

Dalam kesempatan tersebut rapat kerja pembahasan dipimpin langsung oleh ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti.

Ketua Komisi IV, Tri Astuti, SH mengatakan, hal yang dibahas dalam rapat LKPJ Bupati tahun 2021 adalah mengevaluasi terkait perencanaan, realisasi penyerapan anggaran, dan capaian kinerja dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mitra kerja komisi IV pada tahun 2021.

“Rapat pembahsan LKPJ ini, melakukan evaluasi terkait perencanaan, realisasi penyerapan anggaran, dan capaian kinerja OPD,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dari dokumen LKPJ ini ada beberapa capaian kinerja yang tidak tercapai dikarenakan adanya pandemi Covid-19, sehingga terjadi penurunan sumber pendapatan daerah dan mengakibatkan tidak terlaksananya beberapa program seperti pada Dinas Pendidikan terkait capaian indikator prosentasi SD/MI dan SMP/MTs yang terakreditasi B.

“Belum tercapainya program dikarenakan belum memenuhi target yang ditentukan dikarenakan penambahan kriteria penilaian dalam akreditasi sekolah,” terangnya.

Selain itu, indikator nilai NEM rata-rata ujian SD/MI dan SMP/MTs tidak terpenuhi karena tidak adanya Ujian Nasional sesuai SE kementrian No. 4 Th 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa pandemi. Namun demikian upaya peningkatan pemerataan dan kualitas pendidikan tetap terpenuhi.

“Ini dapat dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS),” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut catatan komisi IV terpenuhinya tenaga pendidik dikarenakan adanya guru tidak tetap (Non PNS) pada tiap sekolah. Untuk itu, nasib guru Non PNS ini harus terus diperjuangkan melalui rekrutmen PPPK.

“Catatan kami ada 2085 guru PPPK yang lolos. Namun ada 237 guru yang lolos passing grade tapi belum mendapat formasi dan 381 guru belum lolos seleksi,” cetusnya.

Saat ini, akibat tidak adanya formasi guru Bahasa Inggris, prosentase pendidik di Kabupaten Tuban belum mencapai target. sehingga masih banyak guru mapel yang belum sesuai dengan mata pelajaran yang dibutuhkan.

“Prosentasi pendidik dengan beban minimal 24 jam per-minggu juga belum tercapai karena jam pembelajaran tatap muka terbatas,” pungkasnya.(Sal/Ru/Red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top