Bendera One Piece Kena Sweeping di Tuban, Pemuda Diperiksa Aparat
TUBAN, SUARADATA .com-Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari anime populer One Piece menjadi sorotan publik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pasalnya, aksi yang tengah tren di media sosial itu berujung pada sweeping oleh aparat keamanan dan interogasi terhadap warga yang memasangnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, (2/8/2025) tepatnya di kawasan Montong. Sebuah bendera One Piece terlihat berkibar di tiang, tepat di bawah bendera merah putih dan di depan sebuah kedai teh dekat Pasar Montong.
Tak hanya di Montong, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Kerek. Seorang warga bernama Arfin mengaku didatangi oleh petugas gabungan dari Koramil, Polres dan pegawai kecamatan setempat. Karena memasang bendera One Piece di halaman rumah pribadinya.
“Saya pasang bendera itu karena ikut tren. Tapi juga karena kecewa dengan kondisi negara. Banyak korupsi, kemiskinan belum teratasi dan masalah di mana-mana,” ujar.
Arfin menegaskan, aksinya bukanlah bentuk anti-nasionalisme, melainkan sebagai simbol protes damai dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Tentu terinspirasi dari filosofi tokoh Monkey D. Luffy dalam cerita anime tersebut.
“Bendera One Piece adalah simbol kebebasan. Saya ingin Indonesia jadi lebih baik,” tambahnya.
Namun, setelah menjalani sejumlah pertanyaan dari aparat, ia akhirnya menurunkan sendiri bendera tersebut.
“Saya ditanya kenapa saya pasang, maksudnya apa, dan siapa yang menyuruh,” katanya dengan suara bergetar.
Sementara itu, saat dimintai keterangan, Kapolsek Kerek IPTU Kastur dan Camat Kerek Nanang Wahyudi kompak enggan berkomentar banyak dan menyarankan agar wartawan menanyakan langsung kepada pihak Koramil.
Kepala Koramil Kerek, Letda Inf Ahmad, membenarkan, anggotanya memang mendatangi lokasi. Namun ia membantah adanya tindakan pemaksaan.
“Anggota kami tidak mencopot. Pemilik bendera menurunkan sendiri dengan kesadaran pribadi,” jelasnya.
Sebagai informasi, menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, media sosial Indonesia tengah diramaikan dengan tren pemasangan bendera One Piece oleh sejumlah warganet. Hal ini sebagai bentuk ekspresi kebebasan, kritik sosial, hingga sekadar hiburan.
Meski demikian, tidak sedikit pihak yang menganggap pengibaran bendera non-nasional menjelang Hari Kemerdekaan sebagai tindakan yang kurang bijak di ruang publik.(Sal/And/Red)