Duka di Bengawan Solo, Nelayan di Tuban Hilang saat Menyelam Perbaiki Jaring
TUBAN, SUARADATA.com-Seorang nelayan asal Dusun Mlaten, Dukuh Ngablak, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban bernama Kamid (63) dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan di Sungai Bengawan Solo pada Jumat pagi (1/8/2025).
Diketahui, kejadian tersebut berawal saat korban mencari ikan sekitar pukul 08.00 WIB bersama seorang rekannya, Astro (60). Seperti biasanya, mereka menjaring ikan di aliran Bengawan Solo. Namun naas, saat hendak memperbaiki jaring yang tersangkut di dasar sungai, korban menyelam dan tak pernah muncul kembali ke permukaan.
Upaya pencarian langsung dilakukan oleh rekan korban, namun hasilnya nihil. Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak berwajib.
Mendapatkan laporan tersebut,
tim gabungan dari Basarnas, BPBD Tuban dan Bojonegoro, Satpol airud, serta para nelayan lokal dikerahkan ke lokasi kejadian.
Dengan melibatkan 45 personel dan tiga perahu karet. Tim Gabungan di bantu nelaya sekitar mencari korban di radius satu hingga dua kilometer dari titik Korban hilang. Namun, hingga pencarian korban di hari pertama ini belum membuahkan hasil.
Kepala Desa Kebomlati, Munijan membenarkan kejadian tersebut, bahwa korban setiap hari memang mencari ikan bersama temannya.
“Pagi itu mereka sudah dapat ikan, lalu kembali untuk mencoba lagi. Tapi jaringnya tersangkut, dan korban turun menyelam memperbaiki. Namun tak kunjung muncul kembali,” ungkap Munijan, saat ditemui di lokasi kejadian.
Lanjutnya, upaya pencarian langsung dilakukan oleh rekan korban, namun hasilnya nihil. Kejadian ini segera dilaporkan, dan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Tuban dan Bojonegoro, Satpolairud, serta para nelayan lokal dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Sampai saat ini pukul 16:00 WIB, korban belum ditemukan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Tim SAR Gabungan, Nanang Pujo Prasetiyo menjelaskan, proses pencarian telah dimulai sejak pagi dengan melibatkan 45 personel dan tiga perahu karet.
“Kami fokuskan pencarian di lokasi kejadian dan radius satu hingga dua kilometer dari titik korban menyelam. Sesuai prosedur dan amanat undang-undang, pencarian akan berlangsung selama tujuh hari ke depan,” pungkasnya.(Sal/And/Red)