Kilas Peristiwa

Hearing DPRD Tuban Soal Konflik Klenteng Kwan Sing Bio Masih Buntu

Rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar Komisi II DPRD Tuban terkait konflik internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio.

TUBAN, SUARADATA.com-Konflik internal umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban kembali mencuat dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar Komisi II DPRD Tuban di Gedung Paripurna, Sabtu (9/8/2025).

Agenda kali ini membahas rangkuman hasil dua pertemuan sebelumnya pada 30 Juli dan 6 Agustus 2025 yang hingga kini belum membuahkan kesepakatan final.

Hearing dihadiri Teguh Prabowo alias Go Tjong Ping, tokoh umat Soedomo Mergonoto, Alim Sugiantoro, perwakilan DPRD Tuban, serta kuasa hukum dari Koalisi Perempuan Ronggolawe. Namun alih-alih menemukan titik temu, forum justru kembali memanas.

Anggota Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, menegaskan pihaknya akan terus mengawal penyelesaian konflik agar tidak berdampak pada ikon wisata religi Kota Tuban tersebut.

“Kami tidak ingin konflik berkepanjangan ini menurunkan kunjungan wisata. Harapannya masalah ini segera selesai, entah melalui mediasi ataupun mekanisme organisasi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Teguh Prabowo alias Go Tjon Ping menegaskan, pemilihan pengurus pada 8 Juni 2025 telah sesuai dengan AD/ART dan sah menurut aturan organisasi. Ia juga membuka opsi musyawarah luar biasa dalam waktu tiga bulan, namun menolak jika kepengurusan hasil pemilihan dibatalkan.

“Yang penting disahkan dulu, baru kita bicara langkah berikutnya,” tegasnya.

Kuasa hukumnya, LBH KPNRonggolawe Ronggolawe menyayangkan forum yang menurutnya hanya menjadi ajang “curhat” antar pihak tanpa menghasilkan keputusan. Ia menilai kehadiran tokoh senior seperti Soedomo dan Alim justru memicu pernyataan yang mengarah pada penyelesaian melalui jalur hukum, bukan musyawarah umat.

“Kalau memang harus ke pengadilan, kami siap. Karena kami yakin proses pemilihan tidak melanggar aturan,” kata Nunuk Direktur LBH KP Ronggolawe.

Sementara itu, Soedomo dari Surabaya mengusulkan pemilihan ulang dengan melibatkan seluruh umat. Ia juga menyoroti pengelolaan dana klenteng agar lebih transparan dan dikelola sebagai dana abadi.

“Saya mengharapkan ada pemilihan lagi, semua umat itu didaftar siapa yang mau jadi ketua, siapa yang mau jadi wakil ketua silahkan,” tutupnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button