Kilas Peristiwa

Jelang Lebaran, Jasa Tukar Uang Menjamur di Tuban

Jasa Penukaran Uang yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Tuban.

TUBAN, SUARADATA.com-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jasa penukaran uang pecahan baru mulai bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Tuban.

Lapak-lapak penukaran uang dadakan terlihat ramai di sepanjang Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Diponegoro, Kecamatan Tuban, Rabu (11/3/2026).

Para penyedia jasa ini menawarkan berbagai pecahan uang baru, mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 hingga Rp20.000. Kehadiran mereka menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menyiapkan uang pecahan untuk dibagikan kepada anak-anak saat Lebaran.

Meski dikenakan biaya tambahan warga tetap memanfaatkan jasa tersebut. Karena dinilai lebih praktis dibandingkan harus mengantre di bank atau mendaftar melalui layanan penukaran resmi.

Bisnis musiman ini biasanya mulai ramai sejak pertengahan Ramadan dan akan mencapai puncaknya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan bermodalkan meja dan kursi sederhana, para penyedia jasa menawarkan uang pecahan kepada pengendara yang melintas.

Salah satu penyedia jasa tukar uang yang berada di Jalan Diponegoro Aseng mengatakan, dirinya sudah membuka lapak sejak sekitar sepuluh hari lalu. Dalam sehari, ia bisa melayani sekitar 10 hingga 15 orang penukar uang.

“Biasanya orang menukar dari Rp300 ribu sampai Rp1 juta. Yang paling banyak diminati pecahan Rp5.000 dan Rp2.000. Untuk pecahan itu tarif tambahannya Rp18 ribu per Rp100 ribu, sedangkan pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu tarifnya Rp15 ribu,” ungkapnya saat ditemui dialapaknya.

Ia memperkirakan, jumlah penukar uang akan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru untuk tradisi berbagi kepada keluarga dan anak-anak saat Lebaran.

“Biasanya mendekati Hari Raya Idul Fitri itu yang paling ramai,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tuban, Dziki, mengaku terpaksa menukar uang di lapak pinggir jalan karena tidak berhasil mendapatkan antrean penukaran melalui aplikasi resmi Bank Indonesia.

“Saya menukar Rp100 ribu menjadi pecahan Rp5.000 untuk dibagikan ke anak-anak saat Lebaran. Ada biaya tambahan Rp18 ribu. Sebenarnya setiap tahun tukar uang, tapi kemarin saya coba daftar lewat aplikasi BI Pintar tidak bisa masuk, jadi akhirnya tukar di sini,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button