Kilas Peristiwa

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram, Warga Tuban Antre Berjam-jam, Pertamina: Pastikan Stok Aman

Warga Saat Antri untuk membeli Gas Elpiji 3 Kilogram.

TUBAN, SUARADATA .com-Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat warga harus rela mengantre berjam-jam di pangkalan demi mendapatkan bahan bakar utama untuk memasak tersebut.

Pantauan di lapangan, Selasa (7/4/2026) antrean panjang terlihat di sejumlah pangkalan elpiji, di antaranya di Jalan Brawijaya dan Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Warga bahkan sudah datang sejak pagi hari, namun belum tentu langsung mendapatkan elpiji.

Salah satu warga, Lastri, mengaku telah mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Namun hingga tiga jam berlalu, ia belum juga mendapatkan gas elpiji yang dibutuhkannya.

“Ini lagi antre elpiji 3 kilogram, saya sudah antre sekitar jam 8 pagi. Sudah tiga jam, tapi belum dapat juga,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Lastri mengungkapkan, kelangkaan ini membuat dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Ia bahkan harus berkeliling ke sejumlah tempat, namun tetap tidak menemukan elpiji.

“Sulit sekali untuk masak. Saya sudah keliling ke mana-mana, tapi tidak dapat. Kalau di pengecer, harganya bisa sampai Rp20 ribu sampai Rp23 ribu, sedangkan di pangkalan Rp18 ribu,” tambahnya.

Akibat kelangkaan tersebut, sebagian warga terpaksa mencari alternatif lain, seperti membeli makanan matang atau kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Keluhan serupa juga disampaikan Nurhayati, warga Kelurahan Gedongombo. Ia berharap distribusi elpiji segera normal kembali agar masyarakat tidak terus kesulitan.

“Harapannya segera pulih, supaya tidak antre lama seperti ini,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan, pasokan energi, termasuk LPG, dalam kondisi aman dan terus disalurkan ke masyarakat. Pihaknya menyebutkan, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan di luar distribusi reguler.

“Kami terus melakukan perencanaan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Untuk LPG, telah dilakukan penyaluran fakultatif tambahan di luar distribusi reguler guna memastikan ketersediaan tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga mengimbau, masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan energi, serta tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Masyarakat diharapkan menggunakan energi secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button