Kilas Peristiwa

Keluhkan Bau dan Kebisingan hingga Tenaga Kerja, Warga Tasikharjo Gelar Audensi dengan PT. TPPI

Warga Tasikharjo, Kecamatan Jenu saat menggelar Audensi dengan PT. TPPI di Balai Desa Setempat.

TUBAN, SUARADATA.com-Puluhan warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menggelar audiensi dengan manajemen PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Balai Desa setempat, Rabu (20/8/2025).

Dalam audiensi itu membahas tentang dampak untuk pemukiman warga Dusun Boro, Desa Tasikharjo yang berhimpitan dengan pagar PT. TPPI dan area dekat PT TPPI. Selain itu, audensi yang dipimpin Danramil Jenu juga membahas terkait tenaga kerja.

Diketahui, dalam pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tuban, Forkopimcam Jenu, dan perwakilan manajemen PT. TPPI, serta tokoh masyarakat.

Dalam forum tersebut warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait dampak keberadaan perusahaan yang berdiri berdampingan langsung dengan permukiman warga, tepatnya di Dusun Boro, Desa Tasikharjo.

Dampak yang dirasakan diantaranya kebisingan, bau menyengat, hingga persoalan lingkungan. Setidaknya ada 18 rumah warga yang jaraknya hanya berbatas pagar dengan kompleks pabrik.

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri menyebutkan, sejak lama warganya mengeluhkan dampak aktivitas perusahaan. Mulai dari kebisingan, bau menyengat hingga persoalan lingkungan.

“Sejak 2019 kami sudah mengusulkan relokasi warga melalui dokumen apresel. Namun sampai hari ini tidak ada tindak lanjut dari pihak perusahaan,” tegasnya.

Selain soal relokasi, warga juga meminta agar TPPI lebih memperhatikan tenaga kerja lokal sesuai kearifan lokal yang selama ini berlaku di wilayah Jenu.

“Harapannya, jika ada pekerja yang keluar atau resign, maka penggantinya diprioritaskan dari warga desa sekitar sesuai kompetensi,” imbuh Damuri.

Menurutnya, warga juga mengeluhkan belum adanya pemeriksaan kesehatan menyeluruh (MCU) yang dilakukan perusahaan, meski selama ini TPPI kerap menggelar pengobatan gratis. Padahal, dampak bau dan kebisingan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan.

“Kalau pengobatan gratis itu ada tapi kalau MCU itu belum pernah sama sekali,” tuturnya.

Perwakilan dari Manajemen PT. TPPI, Ahmad Muzzaki dari bagian HSSE.

Menanggapi hal itu, perwakilan TPPI, Ahmad Muzzaki dari bagian HSSE menyebut audiensi berjalan dengan baik. Menurutnya audensi ini sebagai ruang musyawarah. Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pimpinan perusahaan.

“Tuntutan warga akan kami laporkan untuk dibahas lebih lanjut sesuai kebijakan perusahaan. Hari ini juga dibentuk tim kecil untuk menindaklanjuti masukan yang ada,” ujarnya.

Muzzaki menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah perbaikan, terutama terkait kebisingan dengan membangun tembok peredam di area boiler. Sementara untuk keluhan bau, TPPI baru saja menyelesaikan proyek perbaikan (overhaul) yang diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button