Kilas Peristiwa

Lahan GRR Tuban Terbakar, Kepulan Asap Ganggu Pandangan Pengendara di Jalur Pantura

Petugas saat memadamkan kobaran api.

TUBAN, SUARADATA.com-Lahan di area proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban terbakar pada Jumat (21/8/2026) siang

Kebakaran tersebut sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari jalur Pantura dan mengganggu pandangan para pengendara yang melintas.

Informasi kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.00 WIB. Titik api dilaporkan terlihat di dua lokasi, yakni di sisi yang berada di sepanjang jalur Pantura dan wilayah bagian utara area proyek.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Tuban, Sutaji, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Kapolsek Jenu. Setelah menerima laporan, petugas langsung berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi untuk mempercepat proses pemadaman.

“Kami mendapatkan laporan dari Kapolsek Jenu bahwa lahan milik GRR terbakar. Setelah mendapatkan laporan, kami langsung berkoordinasi bersama perusahaan terdekat menuju lokasi dan meminta BPBD membantu water supply,” ujar Sutaji.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, tiga unit kendaraan pemadam atau fire fighting diterjunkan. Masing-masing berasal dari Damkar, TPPI, dan PLTU. Selain itu, dua kendaraan BPBD dikerahkan untuk membantu pasokan air.

“Lahan yang terbakar kurang lebih satu hektare. Untuk penyebabnya masih belum diketahui,” jelasnya.

Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, petugas tetap melakukan pembasahan di area yang terbakar untuk memastikan tidak muncul kembali titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran susulan.

Sutaji mengingatkan, kondisi musim kemarau dengan rumput yang mengering serta angin kencang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, pihak pengelola area diminta meningkatkan patroli dan membersihkan rumput kering di sekitar lokasi.

“Kami sebelumnya sudah berkomunikasi dengan pihak GRR karena ini musim kemarau dan potensi anginnya kencang. Kami minta diantisipasi dengan patroli wilayah karena areanya luas, jangan sampai ada yang membakar sampah sembarangan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur Pantura agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melakukan upaya pemadaman awal dan melaporkannya kepada petugas.

Sebagai langkah mitigasi, Damkar mendorong pengelola kawasan untuk melengkapi peralatan dan armada penanganan kebakaran, memberikan pelatihan kepada petugas internal, serta menyiapkan menara pemantau.

“Pembersihan rumput kering di area proyek juga dinilai penting untuk mengurangi potensi kebakaran selama musim kemarau,” tegasnya.

Sementara itu, Junior Officer CSR PRPP, Angger Widyatmoko, mengatakan pihaknya bersama petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

“Kita fokus terus melakukan pemadaman supaya tidak merugikan masyarakat,” ujar Angger.

Menurutnya, terkait penyebab dan luasan pasti lahan yang terbakar masih dalam proses penanganan dan pendataan karena petugas masih berkonsentrasi pada pemadaman serta pendinginan lokasi.

“Upaya pemadaman turut melibatkan dinas terkait serta sejumlah perusahaan di sekitar kawasan. Setelah api dinyatakan padam, pihak terkait juga akan melakukan patroli secara berkala untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button