Kilas Peristiwa

Lansia Asal Palang Hilang di Hutan Wangun, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian Intensif

Tim SAR gabungan di Bantu TNI, Polri dan masyarakat bersiap-siap melakukan pencarian

TUBAN, SUARADATA.com-Misteri hilangnya seorang lanjut usia (lansia) di kawasan Hutan Wangun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, masih menyisakan tanda tanya.

Memasuki hari keempat pencarian, Jumat (17/7/2026), tim gabungan kembali menemukan petunjuk baru yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

Korban diketahui bernama Samen (70), warga Dusun Sejuwet, Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang.

Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan meski proses pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji menjelaskan, korban meninggalkan rumah pada Minggu (14/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB untuk mencari rumput di kawasan Hutan Wangun.

“Saat itu, korban berangkat mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter warna silver sambil membawa gledekan atau gerobak dorong kayu,” ungkapnya, Jum’at (17/7/2026).

Namun, hingga keesokan harinya korban tak kunjung pulang. Keluarga yang kehilangan kontak kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan pihak berwenang sehingga operasi pencarian segera dilakukan.

Pencarian mulai menunjukkan titik terang ketika pada Senin (16/7/2026) tim menemukan sejumlah barang milik korban, yakni sepeda motor, gerobak, botol minum, serta kacamata di kawasan Hutan Wangun. Temuan itu menjadi titik fokus penyisiran lanjutan.

Pada hari keempat pencarian, tim kembali menemukan tali tampar yang diduga biasa digunakan korban untuk mengikat rumput. Benda tersebut ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi yang diperkirakan menjadi titik aktivitas terakhir korban.

“Temuan tali tampar ini menjadi petunjuk baru sehingga penyisiran kami fokuskan di sekitar lokasi tersebut,” ujar Sudarmaji.

Operasi pencarian melibatkan personel BPBD Kabupaten Tuban, BASARNAS, TNI, Polri, Polsek Palang, Polisi Kehutanan (Polhut), Pemerintah Desa, relawan, serta masyarakat sekitar. Penyisiran dilakukan dengan memperluas area hutan dan menyusuri medan yang diduga dilalui korban.

Hingga Jumat (17/7/2026), korban masih berstatus dalam pencarian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Samen agar segera melapor kepada posko pencarian atau aparat desa setempat demi mempercepat proses evakuasi.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button