Ledakan Gas Picu Kebakaran Hebat di Tuban, Satu Orang Terluka dan Kerugian Capai Puluhan Juta
TUBAN, SUARDATA.com-Kebakaran hebat melanda sebuah rumah yang difungsikan sebagai tempat tinggal, kos dan produksi kue di kawasan padat penduduk, tepatnya di Kelurahan Kebonsari, Tuban, pada Senin (14/7/2025).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.25 WIB. Kebakaran diduga berawal dari kelalaian saat proses isi ulang gas portable yang dilakukan terlalu dekat dengan kompor yang masih menyala.
Mendapat laporan dari warga, tiga unit armada Damkar Pos Mako Tuban diterjunkan ke lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman cepat sekaligus pembasahan untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah padat penduduk di sekitarnya.
Kabid Damkar Satpol-PP Tuban, Sutaji mengatakan, Kebakaran berawal dari kelalaian saat proses isi ulang (refill) gas portable oleh salah satu karyawan bernama Afandi (31) yang dilakukan terlalu dekat dengan kompor masih menyala. Api dengan cepat menyambar gas dan memicu ledakan menyebabkan Afandi terpental serta mengalami luka bakar ringan.
“Api dengan cepat menyambar gas dan memicu ledakan, menyebabkan satu orang terluka dan kerugian material mencapai Rp 65 juta,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Guna menjinakkan amukan si jago merah, tim Damkar menerjunkan tiga unit armada dan 10 personel ke lokasi. Mereka dibantu personel gabungan dari Koramil, Polsek Tuban dan staf kecamatan.
“Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan pada pukul 15.26 WIB dan proses pembasahan selesai satu jam kemudian,” tuturnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 65 juta. Meliputi 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion hangus terbakar, 1 unit mobil Panther mengalami kerusakan ringan, 6 unit telepon genggam dan uang tunai Rp 1.000.000
“Tindakan cepat tim di lapangan berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp 500 juta, termasuk rumah-rumah warga di sekitar lokasi kebakaran,” tuturnya.
Dalam hal ini, Damkar mengimbau, masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan gas. Terutama saat melakukan pengisian ulang, dan memastikan kompor dalam kondisi mati sepenuhnya.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan gas untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.(Sal/And/Red)