Pembangunan RSU Milik YPP-BRI Berdampak pada Warga Bethek


62
Ketua komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin setia mendengarkan keluhan dari warga Bethek, Penanggungan Klojen. Keluhan atas pembangunan RSU milik YPP-BRI perubahan dari klinik ke model rumah sakit (RS). Foto: Afd

MALANG, SUARADATA.com-Sebanyak 10 warga RT 5 dan 6 RW 5 Kelurahan Penanggungan (Bethek), Kecamatan Klojen Kota Malang mengadu ke Komisi C DPRD setempat yang didampingi tiga orang tim hukum dari LBH BIMA, Rabu (14/10/2020).

Pengaduan tersebut berkaitan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) milik Yayasan Pensiunan Pegawai BRI (YPP-BRI). Adanya RSU itu membuat Warga Bethek panik, resah gelisah, merasa terganggu ketenangan dan kenyamanan maupun ekonominya. Pasalnya, pembangunan disinyalir mengganggu warga sekitar.

Hamsuro warga RT 5 RW 5  mengatakan, pembangunan RSU dapat memberikan dampak kerusakan, sehingga warga sekitar melakukan pengaduan. Tak hanya itu, ada pula info permintaan tandatangan ke warga terkesan tipu-tipu atau tidak jujur. Bahkam, ada warga tertentu disogok Rp 4 sampai Rp 6 juta.

“Mayoritas warga di RT 6 dan 5 yang terdampak, menghendaki untuk dihentikan. Bila perlu pembangunan RSU tidak dilanjutkan lagi,” bebernya Hamsuro, usai hearing dengan Komisi C DPRD Kota Malang.

Sementara itu, Kuasa Hukum warga Bethek, Direktur LBH BIMA, Domerda, S.H menegaskan, pihaknya siap mengawal dan menyelesaikan sengketa pembangunan RSU dengan kliennya. Sebab, pembangunannya telah menciptakan keresahan, tidak tenang dan tidak nyaman serta ekonomi pun terusik.

“Saat ini kita upayakan mediasi. Akan tetapi, sekiranya tidak mendapatkan titik temu. Langkah gugatan ke meja hijau bisa jadi ditempuh,” ungkap Kuasa Hukum.

Ia mensinyalir, pengurusan ijin mendirikan bangunan (IMB) dan ijin lainnya prosesnya cacat prosedural.

“Disinyalir terdapat proses ijin yang cacat prosedural,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin menyampaikan, pengaduan RSU ditengarai milik Yayasan Pensiunan BRI dikeluhkan warga Bethek. Saat ini masih didengarkan, dan besok pagi dilakukan sidak ke lapangan.

Pengakuan warga ke Komisi C, dampak pembangunan RSU adalah semisal tembok retak, genteng rumah melorot, bising sekaligus warga terganggu. Bahkan, ada salah satu warga sampai aksi mengungsi sementara (pindah).

“Perekonomian warga katanya turut terganggu pula,” tiru Fathol dari warga.

Masih kata Fathol, warga menghendaki pekerjaan tersebut dihentikan sementara sampai ada hasil mediasi. Warga pun meminta dikontrakkan sampai batas selesai pembangunan RSU. Sekaligus meminta agar rumah warga dibebaskan (dibeli), khususnya warga terdampak.

“Pasca sidak nanti, komisi C segera mengundang pihak pelaksana untuk dimintai keterangan plus mengetahui legalitasnya. Termasuk mengundang OPD terkait, seperti DLH, DPMPTSP, DPUPRKP,” pungkasnya.(Afd/And/Red)


Like it? Share with your friends!

62

What's Your Reaction?

hate hate
700
hate
confused confused
300
confused
fail fail
1000
fail
fun fun
900
fun
geeky geeky
800
geeky
love love
500
love
lol lol
600
lol
omg omg
300
omg
win win
1000
win
Suara Data Network
assalamualaikum

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *