Kilas Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Oknum AMT Terlibat Pencurian di TBBM Tuban Di PHK

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

TUBAN, SUARADATA.com-Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini operasional.

Integritas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama dalam menjaga distribusi energi agar tetap aman, lancar, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan ketat dan evaluasi berkelanjutan, serta penerapan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran. Langkah ini juga sejalan dengan arahan pemerintah, di mana Pertamina siap bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memberantas praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM).

Namun, upaya penegakan aturan tersebut diuji dengan ditemukannya pelanggaran serius di lingkungan Fuel Terminal BBM Tuban.

Pada Jumat (10/4/2026), sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) terbukti melakukan tindakan fraud atau pencurian. Menindaklanjuti temuan tersebut, Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah tegas berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap oknum yang terlibat.

Keputusan ini memicu reaksi dari sebagian pihak yang kemudian melakukan aksi demonstrasi hingga mogok kerja. Aksi tersebut sempat berpotensi mengganggu kelancaran distribusi BBM di wilayah Tuban dan sekitarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran.

“Tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar ketentuan sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Di tengah dinamika tersebut, Pertamina memastikan distribusi energi tetap berjalan dengan optimal. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada Aparat Penegak Hukum, khususnya unsur TNI melalui Denbekang serta Kepolisian, yang telah membantu pengamanan dan menjaga kelancaran operasional mobil tangki di lapangan.

“Pertamina menegaskan bahwa Fuel Terminal BBM Tuban merupakan bagian dari Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang harus dijaga bersama. Perlindungan terhadap fasilitas ini menjadi tanggung jawab seluruh pihak, baik perusahaan, aparat, maupun masyarakat,” tambahnya.

Guna menjaga stabilitas pasokan, sejumlah langkah strategis terus dilakukan, mulai dari penguatan stok, prioritas distribusi ke wilayah terdampak, pengalihan suplai guna mempercepat pemulihan layanan, hingga peningkatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Melalui langkah-langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan keandalan distribusi energi nasional tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara itu, masyarakat juga dapat mengakses informasi layanan produk maupun menyampaikan pengaduan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button