Kilas Peristiwa

Proyek Drainase Diponegoro Kembali Picu Kecelakaan, Dinas PUPR Tuban Minta CV Karya Chandra Pratama Perketat Keselamatan

Proyek drainase di Jalan Diponegoro Tuban kerap dikeluhkan masyarakat lantaran khawatir terjadi laka lantas.

TUBAN, SUARADATA.com-Aktivitas proyek drainase di Jalan Diponegoro, Kabupaten Tuban, kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas menimpa seorang pengendara sepeda motor, Rabu (12/8/2026) malam.

Insiden tersebut diduga terjadi saat korban berusaha menghindari sesuatu di sekitar lokasi pekerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban, Agung Supriyadi, mengakui kecelakaan di sekitar proyek yang dikerjakan CV Karya Chandra Pratama itu bukan kali pertama terjadi.

Menurut Agung, sekitar sepekan sebelumnya, insiden serupa juga dialami seorang aparatur sipil negara (ASN) yang melintas di kawasan tersebut.

“Minggu-minggu kemarin ada juga kejadian yang menimpa salah satu ASN,” ungkap Agung, Kamis (13/8/2026).

Pasca kejadian tersebut, pihaknya langsung memberikan penekanan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pelaksana proyek agar meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.

Terlebih, proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp5,6 miliar tersebut berada di salah satu ruas jalan yang cukup padat aktivitas masyarakat.

“Ruas jalan tersebut memang benar-benar ramai dan padat. Selain banyak sekolahan juga pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Menurut Agung, aspek keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian selama proses pengerjaan proyek berlangsung. Pihaknya pun telah meminta pelaksana untuk menambah rambu-rambu peringatan serta petugas pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan.

“Kami sudah memerintahkan agar ditambah rambu-rambu peringatan dan pihak pengamannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Tuban, Ipda Rizky Dwi Prasetyo mangaku belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, korban terjatuh gegara menghindari sesuatu di lokasi proyek.

“Mungkin korban jatuh karena ngerem mendadak menghindari sesuatu di lokasi pekerjaan,” ucap Rizky.

Ia menyebut penggarap proyek sebenarnya sudah memasang sejumlah rambu peringatan. Hanya saja, sisa material penebangan pohon yang berada di tepi jalan belum sepenuhnya dibersihkan.

“Di situ sudah dipasang rambu peringatan, cuma pembersihannya saja yang belum dilakukan. Sisa-sisa kayu masih di tepi jalan,” jelasnya.

Ia meminta pelaksana proyek lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya pekerjaan yang dilakukan di sisi maupun badan jalan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas pengguna jalan.

“Kami mengimbau kepada pelaksana proyek agar mematuhi ketentuan K3, khususnya pekerjaan yang berada di tepi jalan,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button