Kilas Peristiwa

Sopir Rokok Asal Kudus Ditemukan Meninggal di Tempat Kos Tuban

Korban saat dibawa ke rumah sakit.

TUBAN, SUARADATA.com-Seorang pria asal Kudus, Jawa Tengah bernama Sucipto (55), ditemukan meninggal dunia di sebuah tempat kos di Jalan Hayam Wuruk, Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Selasa (27/5/2025).

Korban diketahui berasal dari Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Korban diketahui berprofesi sebagai driver di salah satu produk rokok.

Menurut keterangan rekan kerjanya, Arif (52), korban memang sudah dalam kondisi kurang sehat sejak masih di rumah. Bahkan, istrinya sempat tidak mengizinkan Sucipto berangkat kerja karena khawatir dengan kondisinya.

“Korban dari rumah sudah tidak diizinkan istrinya untuk berangkat kerja, berarti kondisinya memang sudah sakit. Sampai di kos malamnya itu mungkin tambah parah. Badannya kelihatan memar,” ujar Arif saat diwawancarai.

Arif juga menjelaskan, terakhir kali melihat Sucipto sekitar pukul 04.30 WIB ketika ia hendak ke kamar mandi sebelum berangkat kerja. Namun, sekitar pukul 06.30 WIB ia mendapat kabar bahwa Sucipto telah meninggal dunia.

“Dibawah bantalnya ada empat strip obat. Mungkin itu obat yang dibawanya dari rumah,” tambah Arif.

Sementara itu, Kanit Polsek Semanding, IPDA Ghofur mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang juga rekan kerja korban sempat mengeluh mengalami sakit pada tubuhnya saat tiba di tempat kos pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Menjelang malam, sekitar pukul 21.00 WIB, korban mengaku tubuhnya terasa sakit seluruhnya. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban memutuskan untuk tidur,” tuturnya.

Namun kondisi korban memburuk setelah ia bangun pada pukul 01.30 WIB. Keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB rekan kerja masuk ke kamar dan menemukan korban dalam keadaan memejamkan mata. Tak hanya itu, korban juga mengalami kondisi tangan terlihat gosong.

“Teman korban yang curiga langsung memeriksa kondisi korban dan mendapati bahwa sudah tidak bernyawa,” tambahnya.

Lanjutnya, temuan tersebut segera dilaporkan kepada rekan-rekan lainnya kemudian diteruskan kepada pihak berwenang. Tim medis dari Puskesmas Wire, kemudian melakukan pemeriksaan awal dan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan pihak keluarga korban telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” pungkasnya.(Sal/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button