Kilas Peristiwa

Tekan Angka Perceraian, Kemenag Tuban Launching Bimwin Catin Mandiri Pertama di Jatim

Reporter: Nursalam

TUBAN, SUARADATA.com- Sebagai langkah untuk menekan angka perceraian di Kabupaten Tuban, Kementerian Agama Kabupaten Tuban, menggelar acara Launching Bimwin Catin Mandiri pertama di Jawa Timur, Kamis, (24/02/2022).

Launching yang digelar di Pendopo Kecamatan Palang tersebut, dihadiri Staf ahli Bupati bidang pemerintahan, hukum dan politik Sekda Kabupaten Tuban, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Kasi Kemenag, Kepala KUA se-kabupaten Tuban, Forkopimca Palang dan perwakilan calon pengantin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Munir mengatakan, hal ini merupakan giat pertama di Jawa Timur dan dilakukan untuk memberikan bekal kepada calon pengantin untuk memahami makna dan hakikat perkawinan.

“Hal tersebut bukan tanpa alasan, akhir-akhir ini angka perceraian sangat sangat tinggi dan ini membahayakan. Dan faktor dominan perceraian berangkat dari perempuan, gugat cerai,” ungkapnya.

Menurutnya, didalam program bimbingan perkawinan mandiri ini ada bekal untuk catin bagaimana membangun pondasi rumah tangga.

“Ada 8 materi binwin, diantaranya apa sebenarnya tujuan dan hakekat pernikahan, bagaimana membangun ketahanan keluarga, memahamkan reproduksi, mamanage konflik, bagaimana mengelola keuangan dan jangan ada KDRT,” tambahnya.

Sementara itu, Staf ahli Bupati bidang pemerintahan, hukum dan politik sekda kabupaten Tuban, Yudi Irwanto, menuturkan dari perkara perceraian yang terjadi di Tuban, penyebab yang dominan dari kasus perceraian di Tuban dalam tiga tahun terakhir ini, tiga terbesar meliputi masalah perselisihan terus menerus, faktor ekonomi, dan ketiga faktor meninggalkan salah satu pihak (faktor ini juga menjadi faktor nasional).

“Meskipun dari ketiga faktor yang sudah ditentukan pada unsur perceraian ini, faktanya penyebab turunan yang dominan akhir-akhir ini adalah banyak disebabkan oleh pihak ketiga (perselingkuhan) dan perkembangan IT dan tuntutan sosial,” ucapannya.

Dalam hal ini, pihaknya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas program Kementerian Agama yang dilaunching hari ini serta Bimbingan Perkawinan yang dilaksanakan di seluruh KUA kecamatan di kabupaten Tuban.

“Saya berharap dengan upaya inovasi dari Kemenag dan kerjasama dengan pemerintah terutama stake holder terkait akan
betul-betul berdampak pada menurunnya angka perceraian, berkurangnya pernikahan anak dan sekaligus mampu menciptakan ketahanan keluarga masyarakat di Tuban,” harapannya.

Sementara itu Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, menjelaskan alasan binwin mandiri
merupakan program unggulan Kementerian Agama, karena alokasi dana pemerintah untuk kegiatan binwin baru mencukupi 10 persen dari jumlah nikah di setiap tahunnya.

“Ini artinya ada 90 persen catin yang belum terbimwin,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya angka perceraian tiga tahun terakhir, bahkan 2020-2021 mencapai angka di atas 100 persen. Permohonan Dispensasi Nikah) (Diska) di bawah umur yang cukup tinggi untuk tiga tahun terakhir ada 911, ini juga rentan perceraian. Selain itu juga memberdayakan peran tugas dan fungsi KUA sebagai contoh pemberdayaan keluarga sakinah.

Dari 10 Provinsi dengan penduduk berstatus perkawinan cerai terbanyak di tanah air, 5 (lima) di antaranya berada di Jawa, dan Jawa Timur menduduki peringkat terbanyak secara nasional, jumlahnya mencapai 829,14 ribu jiwa atau 2,02% dari total penduduk Jawa Timur yang mencapai 40,99 juta jiwa.

“Angka yang di dapat dari rekapitulasi data dari KUA di Kabupaten Tuban, pada tahun 2019, 2020, dan 2021, tercatat jumlah perceraian di tahun 2019 ada 787 kasus, tahun 2020 ada 993 kasus, dan di tahun 2021 ada 2.018 kasus perceraian,” jelentrehnya.

Sedangkan untuk pernikahan dini atau nikah di bawah umur 19 tahun, untuk tahun 2019 ada 335, kemudian tahun 2020 ada 381, sedangkan tahun 2021 ada 195 calon pengantin yang meminta dispensasi nikah PA Tuban. Berbanding dengan data pernikahan di kabupaten Tuban pada tiga tahun.(Sal/Ru/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button