Peran Kesbangpol dalam kilas balik 10 November di Era Generasi Beta 2025
Penulis :
Hendri Prayitno, S.Pd
Pegiat Sosial &
Mantan Dansat Menwa Batalyon 861 Tahun 1997 – 1998
Sejarah Hari Pahlawan terjadi pada 30 Oktober 1945 ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby tewas dalam bentrokan dengan pejuang Indonesia. Kejadian ini membuat Sekutu marah besar.
Pada 9 November 1945, Mayor Jenderal E.C. Mansergh mengeluarkan ultimatum. Ultimatum itu memerintahkan pejuang Indonesia menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 WIB. Namun, para pemimpin Indonesia menolak. Oleh karena itu, mereka memilih untuk tetap berjuang.
Pemerintah kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959. Penetapan ini menjadi bagian penting dalam Sejarah Hari Pahlawan karena Indonesia ingin menghormati perjuangan rakyat Surabaya.
Selain itu, tanggal ini menjadi momen bangsa untuk mengingat pengorbanan para pahlawan yang gugur demi mempertahankan kemerdekaan.
Memahami makna dalam Sejarah Hari Pahlawan membuat kita sadar bahwa perjuangan tidak harus dilakukan lewat perang. Ada nilai penting yang dapat kita teladani, seperti: Semangat pantang menyerah, Cinta tanah air, Persatuan dan solidaritas. Di sisi lain, Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini tidak datang secara mudah.
Perjuangan saat ini tidak lagi melawan penjajah fisik, melainkan melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan tantangan global. Pemuda dapat berjuang melalui, diantaranya : Rajin belajar dan menempuh pendidikan dengan baik untuk kemajuan bangsa. Berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk solusi masalah bangsa. Menjaga kerukunan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terlibat dalam kegiatan sosial dan mendukung produk dalam negeri sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) punya peranan penting dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November, diantaranya : Penyelenggaraan Upacara Bendera: Kesbangpol harus bisa menjadi motor penyelenggara atau berpartisipasi aktif dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di kantor atau di tingkat pemerintahan daerah masing-masing.
Sosialisasi dan Memasyarakatkan Nilai Kepahlawanan.
Kesbangpol bertugas memfasilitasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan semangat kepahlawanan yang terkandung dalam peristiwa 10 November. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, mimbar bebas kebangsaan, atau program “Pengembaraan Kebangsaan”.
Menerbitkan Surat Edaran: Badan Kesbangpol dapat mengeluarkan surat edaran atau imbauan kepada masyarakat dan instansi terkait (seperti perkantoran dan sekolah) untuk turut serta memeriahkan peringatan, misalnya dengan mengibarkan bendera merah putih atau berpartisipasi dalam kegiatan yang relevan.
Fasilitasi Kegiatan: Kesbangpol berperan sebagai fasilitator kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai elemen masyarakat (ormas, LSM, komunitas pemuda) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan koridor persatuan dan kesatuan bangsa.
Menjaga Stabilitas dan Ketertiban
Melalui tugas pokok dan fungsinya dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan antar kelompok masyarakat. Kesbangpol memastikan bahwa peringatan Hari Pahlawan berlangsung dalam suasana kondusif dan tidak menimbulkan polarisasi atau konflik sosial.
Beberapa saran solutif dan inovatif dari penulis untuk Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) dalam menyambut momen Hari Pahlawan 10 November, dengan fokus pada keterlibatan masyarakat, generasi muda, dan relevansi di era digital:
1. Optimalisasi Narasi Kepahlawanan di Era Digital Kesbangpol dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital secara lebih strategis untuk menyebarkan nilai-nilai kepahlawanan, alih-alih hanya mengandalkan upacara formal.
Pahlawan Lokal Digital Campaign: Membuat konten video pendek atau infografis yang mengisahkan perjuangan pahlawan lokal dari daerah masing-masing, yang mungkin kurang dikenal secara nasional. Konten ini dapat dibagikan secara masif di Instagram, TikTok, dan YouTube.
Webinar/Diskusi Daring:
Menyelenggarakan webinar dengan tema “Spirit Pahlawan di Era Digital: Kontribusi Anak Muda untuk Bangsa” dengan narasumber inspiratif (seperti inovator muda, relawan kemanusiaan, atau ASN berprestasi).
Lomba Konten Kreatif: Mengadakan lomba membuat video pendek, esai digital, atau desain poster bertema kepahlawanan yang relevan dengan tantangan masa kini (misalnya, memerangi hoaks, menjaga persatuan, atau aksi nyata bela negara).
2. Program Aksi Nyata dan Keterlibatan Komunitas Mengubah peringatan dari sekadar seremonial menjadi aksi nyata yang berdampak sosial dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Pengabdian Kebangsaan (Bakti Sosial):
Mengorganisir kegiatan bakti sosial terpadu, seperti donor darah, bersih-bersih monumen/taman makam pahlawan, atau kunjungan dan bantuan kepada veteran/keluarga pahlawan yang membutuhkan.
Program “Kakak Asuh” Veteran:
Membentuk program pendampingan bagi veteran atau keluarga pahlawan, di mana ASN Kesbangpol atau relawan muda secara rutin mengunjungi, mendengarkan kisah mereka, dan membantu kebutuhan sehari-hari.
Jelajah Sejarah Lokal: Mengadakan kegiatan “Pengembaraan Kebangsaan” atau napak tilas ke situs-situs sejarah lokal yang kurang terawat atau jarang dikunjungi, untuk meningkatkan kesadaran akan sejarah setempat.
3. Peningkatan Wawasan Kebangsaan yang Interaktif membuat kegiatan edukasi yang menarik dan tidak kaku, terutama bagi generasi Z dan milenial.
Museum Bergerak” atau Pameran Interaktif:
Menyelenggarakan pameran mini di ruang publik (mall, sekolah, atau kantor layanan publik) yang menampilkan artefak sejarah lokal atau kisah pahlawan dengan teknologi Augmented Reality (AR) atau QR Code untuk informasi lebih lanjut.
Diskusi/Dialog Kebangsaan Tematik: Mengadakan forum diskusi (baik offline maupun online) yang membahas isu-isu kebangsaan terkini dalam konteks nilai-nilai kepahlawanan, seperti “Semangat Pahlawan dalam Menjaga Toleransi di Pilkada Serentak
4. Kolaborasi Lintas Sektoral
Kesbangpol dapat berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan dan dampak kegiatan.
Pemerintah Daerah dan Instansi Lain: Bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, KPU, TNI/Polri, dan komunitas lokal untuk menyusun rangkaian acara yang terkoordinasi dan lebih besar.
Sektor Swasta
Melibatkan perusahaan swasta melalui program CSR untuk mendukung pendanaan atau penyediaan fasilitas dalam kegiatan sosial atau edukasi.
Dengan menerapkan saran-saran ini, peringatan Hari Pahlawan oleh Kesbangpol tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum nyata untuk merevitalisasi nilai-nilai kepahlawanan dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang kontekstual di tengah masyarakat modern.(*)