Opini

Pesta Hari Jadi Ditengah Bencana Semanding

Penulis : Hendri Prayitno, S.Pd.
(Pegiat Sosial)

(OPINI) Hari Jadi Kabupaten Tuban diperingati setiap tahunnya pada tanggal 12 November. Pada tahun 2025, Tuban merayakan Hari Jadi yang ke-732.

Rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-732 Kabupaten Tuban tahun 2025 dilaksanakan dengan meriah, dengan beberapa kegiatan utama. Diantaranya upacara peringatan, ziarah leluhur, Tuban Fair 2025 dan festival UMKM, malam resepsi / puncak acara dan kegiatan lain seperti penanaman pohon, Tuban Spectra Night Carnival, Festival Band, Batik Tuban Fashion dan street Carnival, hiburan budaya, dan Kegiatan Olah raga.

Sebagai puncak rangkaian acara malam resepsi Hari Jadi Tuban, Penampilan grup musik legendaris Kahitna menjadi acara puncak spesial bertajuk “Karya Cinta” dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-732 Kabupaten Tuban yang dilaksanakan tanggal 8 Desember 2025 di Alun-Alun Tuban.

Di lansir dari beberapa media, makna Hari Jadi Tuban ke-732 (12 November 2025) adalah semangat “Lanjutkan Karya Bersama,” yang berarti meneruskan pembangunan, menghargai warisan leluhur, berkolaborasi, berinovasi, dan mewujudkan Tuban yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing, dengan fokus pada pelayanan publik yang baik dan pengembangan ekonomi kreatif.

Secara keseluruhan, peringatan ini menjadi momentum untuk refleksi sejarah, kebanggaan daerah. Dan yang terpenting, komitmen bersama untuk terus berkarya dan membangun Tuban ke arah yang lebih baik.

Meskipun perayaan Hari Jadi ke-732 Kabupaten Tuban tahun 2025 dimeriahkan dengan berbagai “pesta” atau rangkaian acara. Namun, juga disertai oleh insiden “bencana” terkait cuaca ekstrem yang terjadi di sekitar waktu perayaan.

Berdasarkan informasi, insiden “bencana” tersebut terjadi di Kecamatan Semanding berupa angin puting beliung menghantam Desa Tegalagung, Desa Prunggahan kulon, Desa Prunggahan wetan dan Desa Penambangan, menyebabkan belasan rumah warga rusak pada Senin sore (8/12/2025). Pohon tumbang juga terjadi di depan SMAN 5 Tuban di Jalan Raya Bektiharjo, Semanding.

Sebelumnya, akibat dari cuaca ekstrem juga terjadi di kecamatan Widang, Plumpang, rengel, dan soko. Wilayah ini pernah diterjang angin puting beliung yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga pada Februari 2025. Di kecamatan Palang, akibat cuaca ekstrem menyebabkan empat perahu nelayan tenggelam di daerah ini pada Agustus 2025

Dari kejadian tersebut, beberapa poin refleksi yang dapat diambil di moment Hari Jadi Tuban menurut penulis. Diantaranya adalah menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Karena untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Pentingnya juga mitigasi dini. Selain itu juga di perlukan sinergi dan kolaborasi bersama.

Mengatasi bencana cuaca ekstrem memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk koordinasi antara Pemkab Tuban, BPBD, BMKG, dan masyarakat. Momen hari jadi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi.

Secara umum, refleksi bencana cuaca ekstrem terhadap Hari Jadi Kota Tuban 2025 adalah tentang mewujudkan pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Dengan menempatkan kesiapsiagaan bencana dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas dalam visi pembangunan daerah di tahun mendatang. Masyarakat diajak untuk melanjutkan karya bersama, tidak hanya dalam aspek pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kewaspadaan.(*)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button