Dihadiri Pakar Enam Negara, 3rd ICONEST 2025 Unirow Bahas Masa Depan Inovasi AI
TUBAN, SUARADATA.com-Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban kembali mencatatkan prestasi akademik dengan sukses menyelenggarakan The 3rd International Conference on Education, Sciences and Technology (ICONEST) 2025.
Konferensi berskala internasional ini digelar selama dua hari secara hybrid di Hall lantai 2 Gedung Rektorat Unirow, Selasa (18/11/2025).
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan akademisi dari dalam dan luar negeri. Hadir Rektor Unirow Prof. Dr. Warli, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto, serta pakar internasional Prof. Dr. Ahmed J. Obaid dari Kufa University, Irak.
Sejumlah pimpinan perguruan tinggi lainnya turut memeriahkan konferensi, di antaranya Dr. Mutmainah dari Universitas Al Asyariah Mandar Sulawesi, Rektor STKIP Ponorogo, dan Rektor Universitas PGRI Madiun.
Konferensi resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, menandai dimulainya rangkaian diskusi ilmiah berskala global tersebut.
Tahun ini, ICONEST mengusung tema “Global Perspectives on Technological Advancement and Innovation on Artificial Intelligence and Computational Technologies, Revolutionizing Tomorrow with Intelligent Innovation.”
Rektor Unirow, Prof. Warli menegaskan, tema tersebut dipilih sebagai respons atas pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Termasuk, besarnya pengaruh teknologi tersebut terhadap kehidupan manusia modern.
“Kehadiran AI sangat membantu dalam berbagai macam bidang,” ungkapnya.
Namun ia juga mengingatkan bahwa pesatnya teknologi harus diimbangi kesadaran etika.
“Potensi bahaya dan dilema etika juga harus menjadi perhatian kita,” tegasnya.
Ketua Pelaksana ICONEST 2025, Dr. Christina I.T. Panggabean menuturkan, konferensi ini menjadi ruang bertemunya para ahli lintas disiplin untuk membahas pemanfaatan AI di berbagai sektor. Seperti medis, hiburan, keuangan, pendidikan hingga industri kreatif.
“Berbagi ide dan pengalaman adalah salah satu kontribusi kami kepada masyarakat global,”ujarnya.
Sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. Ahmed J. Obaid dari Kufa University, Irak memaparkan materi bertajuk “New Trends and Techniques of Using AI in Research Applications”. Ia memaparkan bagaimana AI mampu mempercepat analisis data, meningkatkan mutu riset, dan menghasilkan rekomendasi berbasis algoritma di berbagai disiplin ilmu.
“AI mampu mempercepat analisis data, meningkatkan mutu riset, dan menghasilkan rekomendasi berbasis algoritma di berbagai disiplin ilmu,” tuturnya.
Selain itu, Guru Besar Unirow, Prof. Dr. Imas Cintamulya, turut menyampaikan orasi ilmiah tentang paradigma baru pembelajaran biologi berbasis gaya kognitif yang mendukung pengembangan intelektual, literasi digital, sekaligus spiritualitas.
Dr. Mutmainah juga menyampaikan gagasan inovatif melalui materi “Quantum Intelligence in Education: AI Transformative Role.”
Tahun ini, sebanyak 55 makalah dari berbagai negara dipastikan dipublikasikan dalam SPIE dan Springer yang terindeks Scopus. Narasumber berasal dari Indonesia, Inggris, Oman, Turkiye, Australia, dan Portugal. Sementara para pemakalah hadir dari Indonesia, Irak, Oman, dan India.
Selain konferensi, Unirow juga memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai lembaga, seperti Dijla Co Pvt Ltd., Trio Press, STKIP Ponorogo, dan Universitas PGRI Madiun.
Dengan terlaksananya ICONEST 2025, Unirow Tuban kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global. Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan.(Sal/And/Red)