Pendidikan

Wali Kota Malang Kukuhkan 870 Anggota Jadi Pramuka Garuda

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM didampingi Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni W, menyematkan pengukuhan anggota Pramuka Garuda di apel besar Hari Jadi Pramuka ke – 64, di Halaman Balai Kota Malang, Senin (18/8/2025). (foto : istimewa)

MALANG, SUARADATA.com-Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM memimpin apel besar Hari Jadi Pramuka ke – 64 di Balai Kota Malang guna mengukuhkan 870 anggota Pramuka menjadi Pramuka Garuda, merupakan anggota Pramuka pilihan atau unggulan, Senin (18/8/2025).

Wali Kota, Wahyu Hidayat menyampaikan, mendapatkan informasi dari tim penguji calon anggota Pramuka Garuda untuk menjadi anggota Pramuka Garuda atau pilihan maupun unggulan di dalamnya. Bukan satu hal perkara yang mudah untuk bisa meraihnya.

“Karena calon anggota yang mengikutinya melalui proses panjang dan cukup melelahkan dalam uji test kemampuan. Kita harus melewati banyak tahapannya, selain tuntutan konsistensi dan keaktifan serta capaian prestasinya di Pramuka selama ini,” jelas dia.

Wahyu menambahkan, anggota yang mengikuti calon Pramuka Garuda dilaksanakan sejak awal 2025 lalu, dan baru dikukuhkan hari ini pada Apel Besar Hari Jadi Pramuka ke – 64. Selanjutnya, pengukuhan ini merupakan penghargaan paling tinggi diberikan kepada anggota Pramuka selama ini aktif dan berprestasi.

“Kita kukuhkan anggota Pramuka unggulan atau pilihan ya sekali ini saja. Tidak ada periode gelombang berikutnya, bagi mereka yang berjuang keras untuk bisa lolos. Berkompetisi dan bersaing dengan ketat, dari semua gugus Pramuka di lima kecamatan,” imbuhnya.

Peserta apel besar Hari Jadi Pramuka ke – 64, menyimak pengarahan sekaligus pelaksanaan pengukuhan anggota Pramuka Garuda di halaman Balai Kota Malang. (foto : istimewa)

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo menuturkan, dalam mengikuti ujian tes kemampuan dari tim penguji. Tentunya masing-masing calon memiliki cara dan kemampuan yang beda-beda tapi tetap sportifitas.

“Pada saat pelaksanaan apel besar Hari Jadi Pramuka, kita lihat sewaktu prosesi pengukuhan di Balai Kota Malang. Saudara kita penyandang disabilitas terlihat tetap penuh semangat. Anggota Pramuka Garuda belum bisa didampingi orang tuanya, karena aktifitas kesibukan belum bisa ditinggalkan. Mereka tetap tegak dan bersemangat mengikutinya,” tutur Ginanjar.

Keberhasilan anggota Pramuka Garuda, melewati ujian tes kemampuan begitu melelahkan. Ditegaskannya, merupakan satu perjuangan dan patut diapresiasi oleh orang tuanya. Pihaknya sendiri tidak bisa menyembunyikan, rasa haru dan tetesan air matanya. Ketika menyaksikan prosesi pengukuhan tersebut.

“Kami berpesan kepada anggota Pramuka Garuda, kebanggaan yang diraihnya saat ini. Diimbau tidak melunturkan semangatnya atau merasa sudah berada di puncaknya. Akan tetapi, bentuk tanggungjawab dan teladannya mesti dijaganya. Harus bisa memberikan cerminan positif bagi masyarakat, dan mampu bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Ginanjar saat ditemuinya di Balai Kota Malang.

Orang tua Arwi Naufal, salah satu anggota Pramuka, asal SDN Jatimulyo 1 Malang, yakni Windayanti menyampaikan, untuk bisa lolos menjadi anggota Pramuka tingkat Siaga. Butuh proses penyelesaiannya hingga waktu dua bulan lamanya. Persiapan seperti proposal, baris berbaris hingga hasta karya.

“Sebagai orang tua pastinya kami bangga dengan capaian kerja keras anaknya tersebut. Sebab, ikut serta di kepramukaan. Dituntut dan membentuk diri kepribadian anak kita lebih tertib disiplin dan memiliki nilai tanggungjawab. Kami yakin anak-anak yang bergabung di Prambanan, merupakan calon generasi muda yang tangguh, cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Iwan/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button