Uncategorized

Wali Kota Malang Anugerahi RW 2 Tlogomas Terbaik di Ajang Kampung Mbois

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyerahkan piagam dan piala penghargaan pemenang lomba Kampung Mbois Ngalam Rijik dari program Dasa Bhakti. Saat berlangsungnya apel pagi di Balai Kota Malang, Senin (5/05/2025). (foto : Prokopim Setda Kota Malang)

MALANG, SUARADATA.com-Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, menyampaikan, berbicara tentang program Dasa Bhakti. Salah satunya diistilahkan Ngalam Rijik yakni lingkungan bersih. Sesuai visi misi Wali Kota Malang 2025 – 2030 ajang Kampung Mbois dilombakan tingkat RW se-Kota Malang.

“Bertujuan bukan sekadar adu kreatifitas, dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungannya. Tapi kami ingin menumbuhkan kecintaan, dan meningkatkan spirit gotong royong swadaya masyarakat. Nilai partisipasi masyarakat agar lebih aktif lagi, selaras dengan spirit Dasa Bhakti yang diusungnya,” terang Wali Kota, Wahyu Hidayat, Senin (5/5/2025).

Dikatakan Wahyu, RW 02 Kelurahan Tlogomas, Lowokwaru setelah melalui tahapan penilaian tim juri, ditetapkan sebagai pemenangnya di ajang Kampung Mbois 2025. Tentunya berhal mendapatkan piala penghargaan lantaran dinilai RW terbaik terhadap lingkungannya.

“Kedepannya, kami berpesan kepada RW 02 Tlogomas (juara) maupun RW lainnya se Kota Malang. Terkait spirit gotong royong dan kekompakan masyarakatnya, terus dijaga dan dirawat dengan baik. Terlebih pada kegiatan sosial kemasyarakatan, agar lebih guyub lagi. RW yang belum berprestasi bisa menadopsi dari RW 02 Tlogomas,” katanya.

Mantan Sekda Kabupaten Malang ini juga menyampaikan, pihaknya dirasa perlu membangun peradaban masyarakat. Mulai tingkat RT atau RW hingga Kota Malang, lebih komunikatif, kolaboratif, edukatif, inspiratif. Guna menunjang implementasi program Dasa Bhakti yang memiliki sepuluh poin tersebut.

Meliputi ekonomi, kesehatan, lingkungan dan kebersihan, pendidikan serta kepedulian sosial kemasyarakatan. Jika masyarakatnya dimulai dari RT atau RW, sudah terbiasa dengan terbangunnya sikap gotong royong, dan guyub rukun serta kompak.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan pengarahan giat apel pagi di Balai Kota Malang. (foto : Prokopim Setda Kota Malang)

“Kami berkeyakinan sepuluh Dasa Bhakti dapat diimplementasikan lebih mudah dan cepat. Apalagi diperkuat adanya ketahanan masyarakatnya, lingkungan yang toleran. Sekaligus kepedulian maupun kesadaran yang tinggi, kami mewujudkan kehidupan masyarakat. Mulai dari RT atau RW hingga perkotaan, dengan kawasan lebih bersih, tertib, teratur, terawat, sejuk, bebas dampak lebih mudah pastinya,” cetusnya.

Bukan hanya itu saja, lanjut dia, pengembangan dan pertumbuhan ekonomi lewat UMKM. Kawasan bebas macet, bebas banjir, tata kelola kota lebih tertib dan teratur. Oleh karena itu, diawali dengan ajang Kampung Mbois ini, nantinya bisa berimbas pada program Dasa Bhakti lainnya.

“Baik itu Ngalam Santun, Ngalam Idrek, Ngalam Ngopeni atau Ngalam lainnya. Keberhasilan dan kesuksesan program Dasa Bhakti, kami dari Pemkot Malang tidak bisa berjalan sendiri. Tentunya sangat berharap dukungan penuh dari masyarakat, mulai RT atau RW hingga stakeholder. Ajang Kampung Mbois ini merupakan kolaboratif dan edukatif, membangun Kota Malang menuju kemajuan lebih berprestasi,” imbuh. Wahyu

Atas nama Pemkot Malang, pihaknya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada pemenang ajang lomba Kampung Mbois 2025. Dinilai turut berpartisipatif sekaligus mengimplementasikan program Dasa Bhakti mewujudkan Malang Mbois dan Berkelas.

Selain RW 02 Kelurahan Tlogomas sebagai juara 1, ada pula RW 07 Kelurahan Pisang Candi, Karang Besuki, Sukun sebagai juara 2. Yang juara 3 adalah RW 01 Kelurahan Tunjungsekar, Lowokwaru. Juara harapannya diraih RW 02 Kauman, Klojen, dan RW 10 Kelurahan Bunulrejo, Blimbing.(Prokopim Setda Kota Malang/Iwan Irawan)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button