Uncategorized

Wali Kota Malang Pastikan Kesiapannya Jadi Tuan Rumah Porprov IX Jatim

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat usai pimpin rakor Porprov IX Jatim. Bersama Wawali, Ali Muthohirin dan OPD terkait serta KONI setempat. Meninjau venue cabor, memastikan kesiapannya menjadi tuan rumah di Porprov IX Jatim 2025, Kamis (15/05/2025). (foto : Iwan Irawan/SUARADATA)

MALANG, SUARADATA.com-Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, mempimpin rapat koordinasi (rakor) di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pariwasata (Disporapar) setempat. Rakor itu Mengenai pembahasan sekaligus memastikan dengan meninjau venue cabor di lapangan.

Kesiapan Malang Raya, khususnya Kota Malang turut menjadi tuan rumah dalam rangka menyambut pelaksanaan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) ke IX Jawa Timur. Rencana dilaksanakan pada 28 Juni sampai 8 Juli 2025 mendatang. Tentu ada berapa persen progres penyelesaiannya di Stadion Gajayana Malang, Kamis (15/5/2025).

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, sebelum menyampaikan arahan dan petunjuknya. Terlebih dahulu menyimak paparan rencana pelaksanaan Porprov 2025. Sekaligus memastikan progres penyelesaian pekerjaan venue cabor yang dipresentasikan Kepala Disporapar, Baihaqi dan Ketua Umum KONI Kota Malang, Djoni Sudjatmoko.

Pada arahan dan petunjuknya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam rakor menyampaikan beberapa hal. Salah satu poin pentingnya memastikan penyelesaian pembangunan venue cabor agar segera dituntaskan oleh pelaksana pekerjaan, sesuai surat perintah kerja (SPK) yang dikeluarkannya

“Poin keduanya, kami bersama Mas Wawali, Ali Muthohirin sengaja datang langsung ke lokasi venue. Ingin melihat sekaligus memastikan penyelesaian pekerjaan venue cabor. Sudah berapa persen progres penyelesaian pekerjaannya, mengingat Kota Malang selain peserta Porprov juga sebagai tuan rumah,” ucap Wali Kota, Wahyu Hidayat.

Setelah mendengarkan paparan dari Kadisporapar, Wahyu menegaskan, pekerjaan diperkirakan sebulan setengah lagi selesai untuk pembangunan venue cabor. Tapi perlu ditekankan lagi sebelum dimulainya pelaksanaan pertandingan bola basket, pada 14 Juni 2025 mendatang.

“Kami pastikan pekerjaan pembangunan venue cabor, semuanya sudah clean and clear keseluruhan. Jangan sampai diselesaikan melebihi jatuh tempo yang diberikannya. Tak kalah pentingnya lagi, kesiapan mental dan fisik para atlet Porprov. Perlu kita persiapkan secara matang sebelum mengikuti pertandingan,” tegasnya.

Masih kata Wahyu lagi, jadi persiapan sarpras venue cabor dan mental maupun fisik atlet Porprov. Semuanya dimatangkan secara komprehensif tanpa terkecuali. Termasuk pelayanan sebagai tuan rumah kepada kontingen yang ikut hadir. Harus dilayani sedemikian rupa dengan baik dan santun.

“Kita dalam menggelar Porprov IX Jatim ini, selain bertujuan mewujudkan impian sebagai Runner-up dengan capaian medali emasnya sebanyak 162 medali. Selain itu, kami bersama masyarakat maupun pihak lainnya. Berkeinginan Porprov IX Jatim ini berimbas secara peningkatan nilai ekonomi. UMKM ikut terkatrol naik lebih bermanfaat lagi,” ujar dia.

Selanjutnya, mengenai atlet Porprov yang berprestasi meraih medali. Disebutkan, khusus peraih medali emas akan mendapatkan bonus minimal Rp 40 juta atau bisa lebih. Infonya sementara seperti itu. Kota Malang diharapkan bisa ada di Runner-up, dengan posisi amannya meraih 162 medali emas.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama rombongan ketika meninjau venue cabor tennis lapangan di luar Stadion Gajayana Malang. (foto : Iwan Irawan/SUARADATA)

“Terakhir agar pelaksanaan Porprov IX Jatim di Malang Raya. Khususnya di Kota Malang ini, berlangsung semarak dan penuh dukungan masyarakatnya. Disporapar dan KONI setempat maupun pihak terkait lainnya. Terus menggaungkan sosialisasi dan promosinya secara masif lebih bergema lagi,” bebernya.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menambahkan, Kota Malang sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Porprov IX Jatim di 2025. Sesuai dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) yang melekat di Disporapar Kota Malang totalnya ada Rp 74 miliar terbagi dua pos anggaran.

Anggaran yang melekat secara langsung digunakan Disporapar senilai Rp 64 miliar. Untuk kebutuhan reward atau bonus bagi atlet yang berprestasi peraih medali. Telah disiapkan sebesar Rp 19.050 miliar. Ditambahkan lagi, uang saku kontingen asal Kota Malang, ada atlet, pelatih serta tim officialnya sebesar Rp 8 miliar.

“Kita dari Disporapar juga menyiapkan anggaran buat KONI Kota Malang sebesar Rp 10 miliar. Dana tersebut menjadi tanggungjawab dan menyesuaikan kebutuhan yang ada KONI itu sendiri. Jadi total anggarannya secara keseluruhan untuk kepentingan Porprov IX Jatim sebesar Rp 74 miliar,” tambahnya.

Dia juga menuturkan, jumlah kontingen asal Kota Malang di Porprov IX Jatim ini semuanya ada 1.383 orang. Khusus untuk atletnya sendiri ada sebanyak 1.142 atlet, sisanya adalah pelatih dan tim official. Saat ini para atlet Porprov telah digodok di Bataliyon 502 Jabung, Kabupaten Malang.

“Kita persiapan para atlet Porprov tersebut, mengikuti pelaksanaan pusat pelatihan kota (Puslatkot) secara dua tahap. Guna mematangkan mental juaranya sekaligus menguatkan fisiknya secara lahir dan batin. Nantinya bisa mewujudkan impian Kota Malang minimal hasilnya berada di Runner-up,” tutur Baihaqi

Dia menambahkan, untuk jumlah kontingen Porprov IX Jatim dari Kota Malang secara keseluruhan berjumlah 1.383 orang. Namun khusus untuk atletnya sendiri sebanyak1.142 orang. Para atlet sebanyak 1.142 orang tengah mengikuti program Puslatkot di Bataliyon 502 Jabung Kabupaten Malang sampai akhir Mei 2025.

“Mereka para atlet Porprov ditempa dengan pembentukan character building, dilaksanakan secara dua tahap. Satu tahapannya berlangsung selama dua hari satu malam. Berharap para atlet Porprov asal Kota Malang sekaligus menjadi tuan rumah mampu menorehkan prestasi dengan capaian medali sesuai yang ditargetkan,” tambahnya.

Diluar itu semuanya, kata Baihaqi, pihaknya juga terus memonitor sekaligus mengevaluasi. Untuk pemantapan keseluruhan, agar saat pelayanan ke tamu kontingen bisa dengan matang dan tidak ada kekurangan sesuatu apapun. Meliputi akomodasi, kelengkapan sarana prasarana kelengkapan pertandingan dan penginapan atau lainnya.

“Kami tidak berharap adanya informasi yang sumbang, atau adanya kontingen belum terlayani dengan baik. Kami tampil sebagai tuan rumah ingin memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Untuk itu, pelayanannya senantiasa kita kawal sebaik mungkin. Sampai penyelenggaraan Porprov IX Jatim ini berjalan sukses keseluruhan,” imbuhnya lagi.(Iwan Irawan/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button