Uncategorized

Wali Kota Malang Upayakan ASN Mewujudkan Leadership serta Teamwork Building

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat ketika membuka sekaligus saat penutupan. kegiatan pelatihan leadership dan penguatan teamwork building, di Poltekad TNI AD, Pendem Kota Baru, berlangsung selama tiga hari. Diikuti Sekkota, Kepala OPD, Kabag, Camat serta Lurah, Kamis (15/05/2025). (foto : Prokopim Setda Kota Malang)

MALANG, SUARADATA.com-Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, membuka sekaligus menutup acara giat pelatihan leadership sekaligus penguatan teamwork building. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari yakni Kamis sampai Sabtu (15-17/05/2025, bertempat di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD) Malang.

Didampingi Wawali Kota Malang, Ali Muthohirin dan diikuti eselon IIa, IIb, IIIa, IIIb dan IVa. Di antaranya ada Sekretaris Kota Malang, Erik Setyo Santoso, tiga asisten Setda Kota Malang, semua Kepala Dinas atau Kepala Badan, semua Kabag, lima Camat serta 57 lurah se Kota Malang.

Acara tersebut, dalam sambutannya Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, pihaknya ingin mendorong dan membangun mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki leadership dan penguatan teamwork building di lingkungan kerja Pemkot Malang.

“Goal-nya ASN lebih solid, responsif, kreatif, inovastif, kolaboratif, lebih komunikatif. Untuk itu, kami perlunya menggelar kegiatan pelatihan leadership sekaligus penguatan teamwork building. Pada implementasinya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif, kreatif, inovatif serta berprestasi,” kata Wali Kota, Wahyu Hidayat, Kamis (15/5/2025).

Lebih lanjut dikatakan lagi, pelatihan yang dihadirkan ini menjadi wahana dan memberikan output positif bagi semua ASN. Terlebih, menghantarkan ASN lebih cepat terwujudnya transformasi birokrasi, tampil sebagai lokomotif penggerak pembangunan daerah di semua lini.

“Oleh karenanya, para Kepala Dinas, Kabag dan Camat serta Lurah yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kita latih dan dikuatinya dengan pembekalan, memperkuat solidaritas dan sinergisitas ASN. Menjadikan internal birokrasi lebih berkualitas dalam pelayanan publik,” ucapnya.

Dia berpikiran, pelatihan ini dinilai sangat penting. Sebab, bukan hanya mengacu pada sosok kepemimpinan seseorang. Tapi lebih ke penguatan fondasi budaya kerja ASN lebih positif dan berorientasi melayani publik. Terbentuknya sosok ASN yang berkompeten, akuntabel, adaptif, kreatif, inovatif, kolaboratif.

“Kita harapkan pula sosok ASN yang dikenal Core Values dan ASN berakhlak. Menunjukkan nilai ASN semakin sempurna ketika mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat. Jadikan pelatihan ini menjadi reflektif dan transformasi menuju pelayanan publik yang berdaya saing. Bukan sebuah acara seremonialan, agar masyarakat bisa merasakan pelayanan kita lebih cepat, efisien dan proaktif,” terang alumnus ITN Malang.

Saat penutupan acara pelatihan Leadership dan penguatan Teamwork Building, mantan Sekda Kabupaten Malang ini berpesan kepada semua peserta. Sekembalinya dari Poltekad sini, wawasan dan ilmu maupun bekal yang sudah didapatkan diimplementasikan dalam aktifitas keseharian di Pemkot Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berserta Petinggi Poltekad TNI AD dan semua peserta pelatihan leadership dan penguatan teamwork building dari pejabat eselon Pemkot Malang. Foto bersama di luar halaman Poltekad, menandai berakhirnya kegiatan pelatihan selama tiga hari di Poltekad TNI AD. (foto : Prokopim Setda Kota Malang)

“Baik itu saat memimpin tim atau dalam mengambil satu kebijakan atau keputusan. Yang berkaitan atau berdampak pada pelayanan di masyarakat. Tanamkan pada diri seorang leadership, kepemimpinan bukanlah soal jabatan. Tapi kita tekankan lebih pada soal keteladanan, kepekaan dan kemampuan seseorang dapat menggerakkan potensi,” ujarnya.

Pihaknya pun pasca digelarnya pelatihan leadership dan penguatan teamwork building ini. Melaksanakan monitoring kepada peserta di lingkungan Pemkot Malang. Seperti apa implementasi mereka di pelayanan dan masyarakat. Sejauh mana dampak positifnya yang bisa dirasakan oleh rekan kerjanya maupun masyarakat secara langsung.

“Jadilah seorang ASN mampu menjadi agen perubahan atau memberikan pengaruh positif, baik di lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat. Kita bisa memberikan perbedaan setelahnya ini, terlebih lagi nilai-nilai positif selama tiga hari digembleng di Poltekad ini. Menjadikan kita lebih terarah dan bermanfaat positif bagi banyak orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakhrulloh, S.H., M.H, menuturkan, dalam lingkungan kerja ASN perlunya penyamaan frekuensi. Antara pimpinan dan semua stafnya. Karena menjadi kunci mewujudkan visi Menuju Malang Mbois Berkelas. Melalui Dasa Bhaktinya Walikota dan Wawali.

“Kita harapkan ASN adakalanya mengambil tantangan, yakni keluar dari zona nyaman. Tapi mampu berkreasi dan berinovasi. Menjemput bola memberikan pelayanan ke masyarakat, menuju pelayanan lebih sempurna. Diyakini nilai pelayanannya akan lebih dirasakan masyarakat,” ungkapnya

Demikian halnya, lanjut Prof. Zudan, seorang ASN harus memiliki inisiatif atau mampu bergerak ingin merealisasikan satu capaian. Dengan pola plan, do, check, perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasinya lebih jelas lagi. ASN pun berani bergeser dari capaian kinerja ke arah produktifitas lebih nyata.

“Kami menilai di dalamnya, apa yang diinginkan Pemkot Malang digelarnya pelatihan saat ini. Tentunya menghendaki setiap ASN lahir menjadi pemimpin dalam lingkup tugasnya. Berani mengambil inisiatif, dan bergerak responsif melayani kebutuhan masyarakat. Pelayanan senantiasa adaptif dan progresif, menjadi standar baru birokrasi Kota Malang,” cetusnya.(Prokopim Setda Kota Malang/Iwan Irawan)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button