Uncategorized

Walikota Wahyu Hidayat Anugerahi Investment Award 2024 Kepada Investor Terbaik

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat ketika menyerahkan piala dan piagam penghargaan Malang Investment Award 2024 kepada perwakilan Bobobox Kantor Pos kategori pemenang penyedia akomodasi di gedung MCC, Rabu (14/05/2025). (foto : Iwan Irawan/SUARADATA)

MALANG, SUARADATA.com-Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, menganugerahi Investment Award 2024 kepada sebelas investor terbaik. Terutama yang menginvestasikan dananya dalam jumlah besar. Sekaligus rutin dan tertib teratur, melaporkan kegiatan penanaman modalnya (LKPM) secara triwulan di setiap tahunnya.

“Kami menerima laporan dari Disnaker-PMPTSP Kota Malang, ada sebelas investor dari sebelas jenis sektor. Nilai investasinya lumayan besar dan LKPM-nya rutin dan tertib bagus setiap tahunnya. Hal ini menjadikan Kota Malang peraih dana investasi terbaik kedua setelah Kota Surabaya di Jawa Timur,” ucapnya.

Dikemukakan lagi, Kota Malang pada 2023 dan 2024 capaian dana investasinya melebihi target. Pada 2023, targetnya sebesar Rp 1,4 triliun, terlampainya Rp 2,090 triliun. Demikian halnya, pada 2024 targetnya Rp 1,44 triliun. Terlampaui Rp 2 triliun lebih nilai capaiannya.

“Tentunya ini capaian sangat bagus, harapannya di 2025 bisa melampaui kembali capaiannya. Bagi calon investor lainnya tidak perlu khawatir lagi, jika menginvestasikan dananya di Kota Malang. Iklim investasi di bumi Arema ini kita pastikan aman dan kondusif,” ungkapnya dari gedung MCC, Rabu (14/5/2025).

Terjadinya peningkatan capaian dana investasi, menurut Wahyu, dapat memberikan multieffect terhadap beberapa hal. Salah satunya adalah pembangunan semakin maju dan perekonomian kian berkembang positif. Disamping itu, mampu menyerap tenaga kerja, perputaran ekonomi kian tumbuh.

“Tak ketinggalan pula, pendapatan asli daerah (PAD) kita kian bertambah naik nilainya. Dan nilai investasinya semakin besar capaiannya, menunjukkan iklim investasinya kondusif dan aman. Daerahnya terjaga dengan bagus. Memberikan kesempatan bagi calon investor menginvestasikan dananya mengembangkan bisnisnya di Kota Malang,” cetusnya.

Namun demikian, mantan Sekda Kabupaten Malang ini menambahkan, bagi calon investor yang ingin menginvestasikan dananya di Kota Malang. Diharapkan, kepada semua calon investor, tetap memahami dan mengikuti aturan regulasinya atau aturan mainnya. Selain itu, mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dan harmonis dengan masyarakat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Forkopimda serta para pemenang Malang Investment Award 2024 foto bareng usai penyerahan penghargaannya di gedung MCC. (foto : Iwan Irawan/SUARADATA)

“Termasuk melewati tahapan-tahapan yang menjadi ketentuan regulasi. Hal lainnya, mengedepankan nilai etika, dalam membangun komunikasi di masyarakat. Agar masyarakat memahami maksud dan tujuan akan calon investor tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menyampaikan, Disnaker-PMPTSP menetapkan kepada sebelas pengusaha dari berbagai bidang sektor usaha di Kota Malang. Mereka sudah sepantasnya mendapatkan penghargaan Investment Award 2024.

“Berdasarkan dari penilaian laporan kegiatan penanaman modalnya (LKPM) dari Pusat. Termonitoring sebelas pengusaha ini memiliki nilai investasi berjumlah besar, sekaligus laporan triwulannya tertib dan teratur setiap tahunnya. Hal inilah, yang menjadi landasan kami memberikan Investment Award 2024,” ucap Arif.

Sebelas investor terbaik antara lain, untuk sektor penyediaan akomodasi diraih Bobobox Kantor Pos. Sektor Konstruksi dimenangkan PT Suryautama Kreasinusa. Sektor Perdagangan Besar diraih PT Catur Sentosa Adiprana. Berikutnya, sektor Perdagangan Retail dimenangkan PT Matahari Departemen Store Matos. Dan masih ada sektor-sektor lainnya dimenangkan oleh pengusaha terbaik di Kota Malang.

Mantan Lurah Dinoyo ini pun menginformasikan, target investasi di 2025 sebesar Rp 1,6 triliun. Kemungkinan mengulang kembali melanpaui capaiannya. Sebab, saat ini saja di triwulan pertama sudah mencatatkan sebesar Rp 920 miliar.

“Kami sangat berkeyakinan sekali target Rp 1,6 triliun bisa melebihinya. Kami berpendapat terpantau aktifitasnya pelaporan LKPM masih aktif dan tertib teratur. Menandakan perusahaan tersebut produktif dan sehat, sehingga sangat kecil sekali adanya gelombang PHK,” pungkasnya.(Iwan Irawan/And/Red)

Suara Data Network

assalamualaikum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button