Optimalkan Program Prioritas, Bupati Lindra Koordinasi dengan OPD Terkait


78
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki saat memberikan pengarahan kepada jajaran pengawai Bappeda dan BPPKAD Tuban.

Reporter: Nursalam

TUBAN, SUARADATA.com-Dalam rangka memastikan pembangunan sesuai dengan program kerja prioritas yang telah disusun sebelumnya, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky memberikan pengarahan kepada jajaran pegawai Bappeda dan BPPKAD Tuban.

Pada arahan tersebut tentang perencanaan pembangunan dan keuangan yang akan dilaksanakan kedepan, Selasa (22/6/2021).

“Koordinasi ini untuk memastikan bahwa dalam perencanaan yang dilakukan telah sesuai dengan program kerja prioritas yang telah disusun sebelumnya. Terutama dalam bidang Infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” ungkap Bupati Lindra.

Lebih lanjut Mas Lindra sapaan akrabnya, menekankan perlu adanya standarisasi terhadap pendidikan di Kabupaten Tuban. Materi pengajaran juga dimasukkan kearifan lokal maupun potensi wilayah baik dalam mata pelajaran maupun ekstrakurikuler.

“Langkah tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan sarana prasarana pendidikan,” imbuhnya.

Bupati termuda ini mengingatkan, agar anggaran pada sub bidang penunjang atau sekunder dapat dialihkan pada sub bidang lain yang lebih prioritas dan mendesak. Hal ini dilakukan agar mampu memaksimalkan dana maupun anggaran pada pagu pendidikan. Sehingga, tidak ada lagi kasus pungutan maupun iuran lagi bagi wali siswa agar tidak memberatkan.

“Selain itu, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas program pembangunan di Kabupaten Tuban kedepannya,” tuturnya.

Sementara itu bupati yang baru saja dilantik tersebut, menginstruksikan agar penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban harus menjadi perhatian semua pihak. Upaya penanganan Covid-19 harus ditingkatkan dengan memaksimalkan testing, tracing, dan treatment.

“Masyarakat harus terus diedukasi dengan berbagai cara tentang disiplin protokol kesehatan,” sambungnya.

Bupati Halindra menyatakan, Pemkab Tuban harus mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 pada APBD pada 2022. Sejumlah fasilitas pendukung seperti mobil coolbox, ruang isolasi, vaksin, dan ketersediaan kamar perawatan harus termuat.

“Penanggulangan pandemi Covid-19 harus ditangani dengan hati-hati. Di samping, perlu ada upaya pemulihan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Sal/And/Red)


Like it? Share with your friends!

78

What's Your Reaction?

hate hate
400
hate
confused confused
1000
confused
fail fail
700
fail
fun fun
600
fun
geeky geeky
500
geeky
love love
200
love
lol lol
300
lol
omg omg
1000
omg
win win
700
win
Suara Data Network
assalamualaikum

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *